Syiahindonesia.com - Sejarah mencatat bahwa sebuah gerakan yang tidak berdiri di atas fondasi kebenaran mutlak akan selalu membutuhkan piranti kebohongan demi mempertahankan eksistensinya. Hal inilah yang terjadi dalam internal sekte Syi'ah Rafidhah. Agar doktrin-doktrin yang menyimpang tetap diyakini oleh para pengikutnya dan tidak ditinggalkan oleh generasi mudanya, para mullah dan ulama Syiah merancang berbagai instrumen tipu daya yang sangat sistematis.
Tipu daya ini tidak hanya menyasar umat Islam di luar kelompok mereka (Sunni/Ahlussunnah), tetapi yang lebih tragis adalah digunakan untuk membohongi, memanipulasi, dan mengeksploitasi para pengikutnya sendiri. Artikel ini akan membongkar ragam kedustaan terstruktur yang dipelihara oleh para pemuka Syiah demi menjaga loyalitas buta jemaatnya.
1. Komersialisasi Agama Melalui Doktrin "Khums" (Upeti 20%)
Salah satu bentuk eksploitasi dan tipu daya paling nyata yang dirasakan oleh pengikut Syiah awam adalah penarikan dana Khums. Di dalam syariat Islam yang murni (Ahlussunnah), Khums (seperlima atau 20%) hanya berlaku bagi harta rampasan perang (ghanimah) yang sah. Namun, ulama Syiah memanipulasi makna ayat Al-Qur'an untuk mengeklaim bahwa Khums wajib dikeluarkan dari seluruh sisa pendapatan upah, bisnis, dan tabungan tahunan setiap pengikut Syiah.
Uang 20% dari keringat rakyat jelata ini diserahkan langsung kepada para mullah dan Ayatollah dengan dalih sebagai "wakil Imam Mahdi yang gaib." Melalui tipu daya ini, para pemuka Syiah hidup dalam gelimang kemewahan dan fasilitas elite, sementara jutaan pengikut awam mereka di berbagai belahan dunia tetap berada dalam garis kemiskinan, sembari terus diiming-imingi pahala langit atas keterpurukan ekonomi mereka.
2. Eksploitasi Seksual Perempuan Berkedok "Ibadah Mut'ah"
Tipu daya moral yang paling merusak kehormatan keluarga dalam Syiah adalah legalisasi Nikah Mut'ah (nikah kontrak). Untuk memikat syahwat generasi muda dan mempertahankan mereka di dalam sekte, para mullah memproduksi ribuan riwayat palsu yang menjanjikan derajat spiritual yang setara dengan para nabi bagi siapa saja yang melakukan mut'ah.
Para wanita Syiah awam dibohongi dengan doktrin bahwa menyerahkan tubuh mereka untuk dikontrak selama beberapa jam atau beberapa hari oleh para lelaki (termasuk oleh para mullah itu sendiri) adalah bentuk ibadah yang suci. Melalui doktrin palsu ini, para pemuka agama mereka dengan bebas memuaskan nafsu biologisnya tanpa tanggung jawab nafkah, tanpa warisan, dan tanpa nasab anak yang jelas, yang pada hakikatnya tidak berbeda dengan praktik prostitusi yang diharamkan oleh Rasulullah SAW.
3. Manipulasi Sejarah dan Riwayat Palsu atas nama "Mata-Mata"
Ulama Syiah menyadari bahwa jika pengikutnya membaca buku-buku sejarah Islam yang objektif, mereka akan sadar bahwa hubungan antara keluarga Nabi (Ahlul Bait) dengan para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman sangatlah harmonis. Sebagai contoh, Imam Ali bin Abi Thalib membaiat para khalifah pendahulunya, bahkan menamai anak-anaknya dengan nama Abu Bakar, Umar, dan Utsman.
Untuk menutupi fakta sejarah yang indah ini, para mullah menggunakan tipu daya berupa pemalsuan teks-teks sejarah. Mereka menciptakan narasi fiktif yang penuh darah dan dendam, seperti dongeng palsu bahwa Umar bin Khattab mendobrak pintu rumah Fatimah hingga keguguran. Narasi kebencian ini sengaja dirawat dan dicekokkan sejak dini kepada pengikutnya agar tercipta fanatisme buta dan kebencian yang mendalam kepada umat Islam Sunni, sehingga para pengikut tersebut tidak akan pernah melirik kebenaran di luar Syiah.
4. Kedustaan Karamah Eksklusif para Mullah
Demi menjaga agar posisi para Ayatollah dan mullah tetap disembah dan dipatuhi secara mutlak tanpa bantahan, mereka kerap membohongi pengikutnya dengan klaim-klaim karamah mistis yang tidak masuk akal. Di mimbar-mimbar mereka, sering kali diceritakan bahwa mullah fulan bisa bertemu langsung dengan Imam Mahdi di dalam mimpi atau secara terjaga, menerima instruksi politik langsung dari gaib, hingga mengetahui perkara takdir yang akan terjadi.
Dengan doktrin bahwa mullah adalah representasi suci yang memegang kunci surga dan neraka, pengikut Syiah awam kehilangan daya kritisnya. Mereka rela disuruh meratapi kuburan, memukul-mukul kepala dengan pedang hingga berdarah (ritual Asyura), dan mematuhi fatwa politik apa pun meski mengorbankan nyawa mereka sendiri demi kepentingan geopolitik para pemuka sekte.
Kesimpulan
Sekte Syiah tegak di atas fondasi yang rapuh, di mana para pengikut awamnya merupakan korban utama dari lingkaran kebohongan para elit agamanya. Dipaksa menyerahkan harta melalui Khums, dikorbankan kehormatannya melalui Mut'ah, dan dirusak akalnya melalui doktrin kebencian sejarah, adalah bukti nyata bahwa sekte ini menggunakan tipu daya sebagai alat kontrol sosial dan ekonomi.
Bagi umat Islam di Indonesia, pemahaman mengenai bagaimana Syiah membohongi pengikutnya sendiri sangat penting untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat akidah Ahlussunnah wal Jama'ah yang transparan, ilmiah, dan memuliakan manusia. Mengedukasi masyarakat mengenai kedustaan-kedustaan ini adalah benteng utama agar kaum muslimin tidak terjebak dalam lingkaran manipulasi teologis Rafidhah.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: