Breaking News
Loading...

Syiah dan Kebiasaannya Menyalahgunakan Taqiyyah

Syiahindonesia.com - Dalam dinamika pemikiran Islam di Indonesia, menjaga kejujuran dan transparansi akidah adalah fondasi ukhuwah yang hakiki. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam berinteraksi dengan paham Syiah adalah keberadaan doktrin Taqiyyah. Secara bahasa, Taqiyyah berarti menjaga diri, namun dalam praktiknya di kalangan kelompok Syiah, doktrin ini sering kali disalahgunakan sebagai instrumen untuk menyembunyikan identitas, memalsukan keyakinan, dan melakukan infiltrasi ke tengah mayoritas umat Islam (Ahlussunnah wal Jama’ah). Membedah penyalahgunaan Taqiyyah sangat krusial bagi umat Islam di Indonesia agar tidak mudah terkecoh oleh retorika-retorika manis yang sering kali menyelubungi penyimpangan akidah yang mendasar. Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana Syiah memandang Taqiyyah bukan sekadar perlindungan diri, melainkan sebagai inti dari agama mereka.


1. Definisi Taqiyyah: Perbedaan Islam dan Syiah

Penting untuk dipahami bahwa konsep Taqiyyah atau bersembunyi di balik kata-kata untuk menyelamatkan nyawa memang dikenal dalam Islam dalam kondisi darurat yang luar biasa (ekstrem). Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 106:

$$مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ$$

"Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman..."

Bagi Ahlussunnah, Taqiyyah adalah rukhshah (keringanan) yang hanya boleh digunakan saat nyawa terancam oleh orang kafir. Namun, bagi Syiah, Taqiyyah adalah Rukun Agama yang dilakukan sepanjang waktu, baik dalam kondisi aman maupun takut, terutama saat berhadapan dengan kaum Muslimin yang tidak sepaham dengan mereka.

2. Taqiyyah Sebagai Sembilan Persepuluh Agama

Penyalahgunaan Taqiyyah oleh Syiah berakar dari kitab induk mereka, Al-Kafi. Dalam Jilid 2 halaman 217, terdapat riwayat yang sangat masyhur di kalangan mereka:

$$التَّقِيَّةُ مِنْ دِينِي وَدِينِ آبَائِي، وَلَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا تَقِيَّةَ لَهُ$$

"Taqiyyah adalah bagian dari agamaku dan agama nenek moyangku, dan tidak ada iman bagi orang yang tidak melakukan taqiyyah."

Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa "Sembilan persepuluh agama itu ada pada taqiyyah." Hal ini menunjukkan bahwa bagi penganut Syiah, menyembunyikan kebenaran dan menampilkan sesuatu yang berbeda dari isi hati adalah bentuk ibadah tertinggi. Inilah yang menyebabkan sulitnya membangun dialog yang jujur dengan tokoh-tokoh Syiah, karena mereka memiliki "lisensi agama" untuk berkata bohong demi kemaslahatan sekte mereka.

3. Taqiyyah dalam Praktik Infiltrasi di Indonesia

Di Indonesia, penyalahgunaan Taqiyyah sering kali tampak dalam beberapa pola:

  • Menyembunyikan Nama Sekte: Mereka sering mengaku sebagai "Islam saja," "Pecinta Ahlul Bait," atau "Mazhab Jafari" untuk menghindari resistensi masyarakat yang sudah paham akan kesesatan Syiah Rafidhah.

  • Shalat Berjamaah di Masjid Ahlussunnah: Mereka sering ikut shalat berjamaah bersama umat Islam lainnya dengan tata cara Ahlussunnah di permukaan, namun dalam hati mereka menganggap shalat tersebut tidak sah atau hanya sebagai formalitas Taqiyyah.

  • Memuji Sahabat Nabi di Depan Umum: Dalam forum-forum terbuka, tokoh Syiah mungkin akan memuji Abu Bakar atau Umar demi keamanan, padahal di dalam kitab-kitab rahasia dan majelis internal mereka, mencaci kedua sahabat tersebut adalah "kewajiban" untuk berlepas diri (Bara') dari "perampas khilafah."

4. Bahaya Taqiyyah Terhadap Integritas Ilmu Hadits

Penyalahgunaan Taqiyyah merusak seluruh sistem ilmiah Islam. Bagaimana kita bisa mempercayai sebuah riwayat jika perawinya meyakini bahwa berbohong adalah ibadah? Dalam tradisi Syiah, jika seorang Imam memberikan jawaban yang sesuai dengan pendapat ulama Ahlussunnah, pengikutnya justru diperintahkan untuk mengabaikannya karena jawaban itu dianggap sebagai Taqiyyah.

Mereka justru diperintahkan mengambil jawaban yang paling bertentangan dengan kebenaran umum. Hal ini menciptakan agama yang penuh dengan kontradiksi dan ketidakpastian. Rasulullah SAW adalah pribadi yang paling jujur, sebagaimana sabda beliau:

$$عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ$$

"Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga." (HR. Muslim).

Doktrin Taqiyyah Syiah secara fundamental bertentangan dengan perintah Nabi untuk selalu jujur dalam kondisi apa pun.


Strategi Menghadapi Tipu Daya Taqiyyah

Agar umat Islam tidak terjebak dalam perangkap Taqiyyah, diperlukan kewaspadaan tingkat tinggi:

  1. Uji dengan Referensi Kitab Mereka: Jangan melihat apa yang mereka katakan di televisi atau seminar umum, tetapi lihatlah apa yang tertulis dalam kitab standar mereka seperti Al-Kafi, Biharul Anwar, atau Tafsir Al-Qummi. Di sanalah wajah asli ajaran mereka terungkap tanpa hijab Taqiyyah.

  2. Perhatikan Prinsip Al-Wala' wal Bara': Tanyakan posisi mereka terhadap para sahabat Nabi secara spesifik (seperti Abu Bakar dan Umar). Jika mereka menggunakan kata-kata bersayap atau menolak melaknat namun juga menolak memuji dengan tulus, itu adalah indikasi kuat penggunaan Taqiyyah.

  3. Waspadai Jargon Persatuan Semu: Sering kali mereka menyerukan "Persatuan Islam" (Taqrib) hanya untuk mendapatkan legalitas posisi di tengah mayoritas, sementara di saat yang sama mereka terus melakukan dakwah bawah tanah untuk mengubah akidah umat Islam menjadi Syiah.

Kesimpulan

Taqiyyah dalam perspektif Syiah bukanlah sekadar mekanisme pertahanan diri, melainkan sebuah metode penipuan yang sistematis yang dibungkus dengan label agama. Dengan menjadikan kebohongan sebagai sembilan persepuluh dari iman, Syiah telah meruntuhkan nilai kejujuran yang menjadi fondasi akhlak Islam. Sebagai Muslim Indonesia yang mencintai kebenaran, kita harus tetap kritis dan waspada. Kejujuran adalah ciri orang beriman, sementara kemunafikan dan penyembunyian kebenaran secara terencana adalah ciri dari kesesatan. Mari kita jaga kemurnian ajaran Islam dari segala bentuk kamuflase ideologis yang merusak.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: