Oleh: Zulkarnain Elmadury
Dai Muhammadiyah
Dai Muhammadiyah
Pendahuluan
Salah satu persoalan paling mendasar dalam perbedaan antara Ahlussunnah dan Syiah Itsna Asyariyyah (Rafidhah) adalah sikap terhadap para sahabat Nabi ﷺ.
Ahlussunnah memandang seluruh sahabat sebagai generasi terbaik umat Islam, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Qur'an dan hadits. Sebaliknya, dalam banyak literatur Syiah Itsna Asyariyyah, terdapat riwayat-riwayat yang mengecam, mencela, bahkan mengkafirkan sebagian sahabat Nabi, khususnya:
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Umar bin Khattab
Utsman bin Affan
Aisyah Ummul Mukminin
Tulisan ini bertujuan mengkaji secara ilmiah beberapa kitab utama Syiah yang sering dijadikan rujukan dalam narasi tersebut.
Kedudukan Sahabat dalam Islam
Sebelum masuk ke literatur Syiah, penting ditegaskan bahwa Al-Qur'an secara jelas memuji sahabat:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
"Orang-orang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka."
(QS. At-Taubah: 100)
Ayat ini menjadi dasar utama Ahlussunnah bahwa para sahabat mendapat ridha Allah.
Kitab-Kitab Syiah yang Menghujat Sahabat
Berikut kitab-kitab utama Syiah yang sering dikritik oleh ulama Ahlussunnah:
1. Bihar al-Anwar
Penulis: Muhammad Baqir al-Majlisi (w. 1111 H)Kitab ini merupakan salah satu kitab terbesar dalam literatur Syiah, terdiri dari lebih dari 100 jilid. Di dalamnya terdapat riwayat-riwayat yang:
Menuduh sahabat murtad
Menyalahkan kepemimpinan Abu Bakar
Mengkritik Umar dan Utsman
Sebagian riwayat dalam kitab ini bahkan menyebut bahwa mayoritas sahabat menyimpang setelah wafat Nabi ﷺ.
Kitab ini menjadi rujukan penting dalam teologi Syiah modern.
2. Al-Kafi
Penulis: Abu Ja'far al-Kulaini (w. 329 H)Kitab Al-Kafi merupakan kitab hadits paling utama dalam Syiah Itsna Asyariyyah. Bahkan sebagian ulama Syiah menyebutnya sebagai kitab paling otoritatif setelah Al-Qur'an.
Dalam Al-Kafi terdapat riwayat yang:
Menuduh sahabat mengkhianati Ali
Menyebut sebagian sahabat menyimpang
Mengkritik kepemimpinan Abu Bakar dan Umar
Hal ini menjadi salah satu sumber utama kritik ulama Ahlussunnah terhadap literatur Syiah.
3. Bihar al-Anwar dan Doktrin Imamah
Salah satu sebab munculnya celaan terhadap sahabat dalam literatur Syiah adalah doktrin Imamah.Syiah meyakini:
Kepemimpinan setelah Nabi adalah hak Ali
Sahabat yang tidak mendukung Ali dianggap zalim
Akibatnya, sebagian sahabat dipandang sebagai:
Pengkhianat
Perampas kekuasaan
Penyebab perpecahan umat
Pandangan ini sangat berbeda dengan Ahlussunnah.
4. Firaq as-Syi'ah
Penulis: An-NaubakhtiKitab ini membahas kelompok-kelompok Syiah awal. Dalam beberapa pembahasan, disebutkan bahwa sebagian kelompok Syiah:
Mengkafirkan sahabat
Menuduh sahabat menyimpang
Menganggap kepemimpinan sahabat tidak sah
Kitab ini menjadi bukti historis bahwa tradisi mencela sahabat sudah muncul sejak awal perkembangan Syiah.
5. Kitab-Kitab Sejarah Syiah
Beberapa kitab sejarah Syiah juga sering dijadikan dasar narasi anti sahabat, seperti:Maqatil at-Thalibiyyin
Penulis: Abu al-Faraj al-Isfahani
Kitab ini banyak memuat narasi konflik sejarah awal Islam yang:
Menyudutkan sahabat
Mengkritik pemerintahan sahabat
Menampilkan konflik politik secara sepihak
Kitab sejarah ini sering dijadikan referensi dalam narasi Syiah.
Akar Persoalan: Doktrin Imamah
Perbedaan utama antara Ahlussunnah dan Syiah terletak pada:
Konsep Kepemimpinan (Imamah)
Syiah meyakini:
Ali ditunjuk langsung oleh Nabi
Kepemimpinan setelah Nabi bersifat ilahi
Sahabat yang tidak mendukung Ali dianggap salah
Pandangan ini menyebabkan munculnya kritik terhadap sahabat.
Perbedaan dengan Syiah Zaidiyah
Tidak semua Syiah memiliki pandangan ekstrem.
Syiah Zaidiyah:
Tidak menghujat sahabat
Mengakui Abu Bakar dan Umar
Lebih dekat dengan Ahlussunnah
Karena itu penting membedakan:
Syiah Rafidhah (Itsna Asyariyyah)
Syiah Zaidiyah
Sikap Ahlussunnah terhadap Sahabat
Ahlussunnah berpegang pada prinsip:
Mencintai seluruh sahabat
Tidak mencela sahabat
Menghormati generasi pertama Islam
Sebagaimana firman Allah:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
"Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya..."
(QS. Al-Fath: 29)
Kesimpulan
Kajian terhadap literatur Syiah menunjukkan:
Terdapat riwayat yang mencela sahabat dalam kitab Syiah
Kitab utama Syiah memuat doktrin Imamah
Perbedaan ini menjadi akar konflik Sunni-Syiah
Ahlussunnah tetap menghormati seluruh sahabat
Perbedaan ini merupakan perbedaan mendasar dalam akidah antara Ahlussunnah dan Syiah.
Penutup
Pembahasan ini bukan bertujuan memicu konflik, tetapi untuk:Menjelaskan fakta ilmiah
Memahami perbedaan akidah
Menjaga kemurnian ajaran Islam
Dengan memahami perbedaan ini, umat Islam diharapkan dapat le
bih bijak dan memahami akar persoalan secara ilmiah.
Penulis:
Zulkarnain Elmadury
Dai Muhammadiyah
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: