Breaking News
Loading...

Syiah dan Fitnah terhadap Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Syiahindonesia.com – Salah satu strategi paling berbahaya dalam penyebaran ajaran Syiah adalah fitnah yang mereka lemparkan kepada Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Fitnah ini bukan sekadar perbedaan pendapat, tetapi sebuah serangan terstruktur yang bertujuan merusak citra, akidah, dan fondasi keilmuan umat Islam. Dengan memutarbalikkan fakta dan sejarah, Syiah membangun propaganda untuk menyesatkan kaum Muslimin dan menanamkan kebencian terhadap mayoritas umat Islam di seluruh dunia.

Artikel ini akan membongkar bagaimana Syiah memfitnah Ahlus Sunnah, motif di baliknya, serta bantahan berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama.


1. Mengapa Syiah Selalu Memfitnah Ahlus Sunnah?

Ada beberapa alasan utama mengapa fitnah terhadap Sunni menjadi inti dari ajaran Syiah:

  1. Membenarkan doktrin imamah yang tidak berdalil
    Untuk menguatkan ajaran imamah, Syiah harus menciptakan musuh, yaitu sahabat Nabi dan pengikut mereka.

  2. Membangun narasi bahwa Islam ‘dibajak’ setelah wafat Nabi ﷺ
    Ini hanya bisa hidup jika Ahlus Sunnah difitnah sebagai pengikut “agama palsu”.

  3. Menjaga identitas sektarian
    Tanpa permusuhan terhadap Sunni, ajaran Syiah tidak punya alasan untuk eksis.

  4. Menciptakan generasi yang loyal pada pemuka Syiah, bukan pada Al-Qur’an dan Sunnah.

Karena itu, fitnah menjadi senjata ideologis utama dalam Syiah.


2. Fitnah Syiah terhadap Para Sahabat Nabi ﷺ

Serangan terbesar Syiah ditujukan kepada sahabat, karena Ahlus Sunnah berpegang pada hadis dan riwayat mereka. Maka demi menghancurkan Sunnah, Syiah harus menghancurkan sahabat terlebih dahulu.

Padahal Allah sendiri memuliakan para sahabat:

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
“Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang kafir, namun penyayang terhadap sesama mereka…”
(QS. Al-Fath: 29)

Ayat ini membantah total tuduhan Syiah bahwa sahabat adalah munafik atau pengkhianat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي
“Janganlah kalian mencela sahabatku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka jelas bahwa Syiah berada dalam penyimpangan serius karena memfitnah generasi yang paling dicintai Nabi ﷺ.


3. Fitnah bahwa Sunni Membenci Ahlul Bait

Ini adalah salah satu fitnah terbesar Syiah.

Padahal Ahlus Sunnah:

  • Memuliakan Ahlul Bait,

  • Mencintai mereka,

  • Meriwayatkan hadis dari mereka,

  • Menjadikan mereka panutan.

Bahkan kitab-kitab hadis Sunni penuh dengan riwayat Ahlul Bait: dari Ali, Fatimah, Hasan, Husain, Ibn Abbas, Zainal Abidin, Ja’far Ash-Shadiq, dan lainnya.

Syiah memfitnah Sunni sebagai “pembenci Ahlul Bait” agar:

  • Mereka tampak sebagai pembela Ahlul Bait,

  • Padahal ajaran Syiah sendiri banyak menyalahi akhlak Ahlul Bait yang asli.


4. Fitnah bahwa Sunni Menghalangi Hak Ali bin Abi Thalib

Syiah menuduh Sunni tidak mengakui hak Ali sebagai khalifah sah. Padahal faktanya:

  • Ali sendiri membaiat Abu Bakar, Umar, dan Utsman,

  • Ali menjadi penasihat para khalifah,

  • Ali menikahkan putrinya dengan Umar,

  • Ali menamai anak-anaknya dengan nama Abu Bakar dan Umar.

Ini semua tidak mungkin dilakukan jika beliau merasa dizalimi.

Riwayat-riwayat sejarah Syiah sengaja diselewengkan untuk membangun narasi fitnah.


5. Fitnah bahwa Ulama Sunni Menutup Ajaran Ahlul Bait

Syiah menuduh bahwa Sunni menyembunyikan hadis Ahlul Bait.

Faktanya:

  • Kutubus Sittah (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah) mencantumkan ribuan hadis dari Ahlul Bait.

  • Perawi besar seperti Az-Zuhri, Syu’bah, Sufyan Ats-Tsauri, Ahmad bin Hanbal, semuanya meriwayatkan dari keturunan Nabi.

Justru dalam Syiah, banyak hadis Ahlul Bait yang dipalsukan dengan sanad batil.


6. Fitnah terhadap Metode Ilmu Hadis Ahlus Sunnah

Syiah menyebarkan propaganda bahwa:

  • Hadis Sunni lemah,

  • Perawi Sunni tidak adil,

  • Kitab Sunni tidak valid.

Padahal:

  • Metode Sunni adalah yang paling ketat di dunia,

  • Syiah tidak memiliki standar ilmu hadis yang benar,

  • Banyak hadis mereka tidak memiliki sanad sah,

  • Bahkan “imam-imam” Syiah sendiri tidak pernah menulis kitab hadis.

Syiah sering memakai riwayat tanpa sanad, lalu memfitnah metode ilmiah Sunni.


7. Fitnah terhadap Syariat Ahlus Sunnah

Syiah menuduh Sunni:

  • Mengharamkan cinta Ahlul Bait,

  • Mendiskriminasi keluarga Nabi,

  • Menolak hak-hak mereka.

Padahal syariat Sunni bersandar pada dalil, bukan emosi sektarian.

Dalam Syiah, fitnah dibangun untuk:

  • Mengacaukan akidah umat,

  • Menimbulkan kebencian lintas generasi,

  • Memecah belah umat Islam.


8. Fitnah Politik dan Fitnah Sejarah

Syiah secara historis menuduh Sunni sebagai:

  • Penyebab tragedi Karbala,

  • Pendukung Yazid,

  • Pengkhianat Ahlul Bait.

Padahal:

  • Banyak sahabat Sunni membela Husain,

  • Banyak ulama Sunni menulis keutamaan Ahlul Bait,

  • Peristiwa politik tidak boleh dijadikan akidah.

Namun Syiah menjadikan tragedi politik sebagai fondasi agama, lalu memfitnah Sunni untuk menguatkan sekte mereka.


9. Fitnah bahwa Sunni Musuh Imam Mahdi Syiah

Syiah mengajarkan bahwa:

  • Imam Mahdi mereka akan membunuh Sunni,

  • Sunni adalah “musuh” yang harus diperangi ketika imam mereka muncul.

Ini bukan sekadar fitnah, tetapi ajakan kebencian berbahaya.

Ahlus Sunnah percaya pada Mahdi, tetapi berdasarkan hadis sahih, bukan mitologi ghaib Syiah.


10. Dampak Fitnah Syiah bagi Umat Islam

Fitnah Syiah menghasilkan:

  • Perpecahan,

  • Pertikaian mazhab,

  • Kebencian tanpa bukti,

  • Hilangnya kepercayaan kepada sahabat,

  • Terseretnya umat ke ideologi yang merusak persatuan.

Di negara manapun Syiah berkembang, konflik sektarian selalu mengikutinya.


11. Bagaimana Ahlus Sunnah Menyikapi Fitnah Ini?

  1. Memperkuat ilmu tentang sahabat dan Ahlul Bait

  2. Belajar sejarah yang sahih

  3. Membantah fitnah dengan dalil

  4. Tidak terprovokasi

  5. Menjaga persatuan umat berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah

Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Berpeganglah kamu semuanya pada tali Allah, dan janganlah bercerai-berai.”
(QS. Ali Imran: 103)

Syiah justru membawa umat kepada perpecahan.


Kesimpulan

Fitnah Syiah terhadap Ahlus Sunnah wal Jama’ah bukan sekadar perbedaan pemahaman, tetapi sebuah serangan ideologis yang bertujuan:

  • Merusak citra Islam,

  • Menghancurkan kepercayaan kepada sahabat,

  • Menyelewengkan sejarah,

  • Dan memecah belah kaum Muslimin.

Ahlus Sunnah wajib:

  • Teguh memegang akidah yang lurus,

  • Meluruskan fitnah,

  • Menjaga umat dari ajaran Syiah yang menimpakan kebencian dan permusuhan.

Semoga Allah menjaga umat Islam dari fitnah Syiah dan mengokohkan kita di atas jalan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.


(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: