Breaking News
Loading...

Serangan ‘Israel’ di Beit Jinn Suriah Picu Korban Massal dan Luka Berat di Pihak Tentara Zionis


Syiahindonesia.com -  Sebanyak 13 warga Suriah tewas pada Jumat dini hari (28/11/2025) setelah serangan artileri dan udara ‘Israel’ menghantam kota Beit Jinn di pedesaan Damaskus. Serangan tersebut terjadi setelah konfrontasi sengit antara penduduk lokal dan pasukan ‘Israel’ yang menyusup ke kota untuk melakukan penangkapan. Sedikitnya enam tentara dan perwira ‘Israel’ dilaporkan terluka.

Militer ‘Israel’ mengatakan operasi itu merupakan bagian dari Operasi Panah Bashan, yang diluncurkan pada 8 Desember setelah jatuhnya Presiden Suriah yang digulingkan, Bashar al-Assad. Operasi tersebut mencakup perluasan kontrol ‘Israel’ atas wilayah Suriah, termasuk situs militer, Gunung Hermon, dan zona penyangga.

Meskipun ‘Israel’ telah melakukan sejumlah serangan dalam beberapa bulan terakhir terhadap individu yang mereka sebut “buronan”, operasi di Beit Jinn ini menjadi kejadian pertama di mana pasukan ‘Israel’ mengalami luka yang signifikan, dan militer menyebutnya sebagai “insiden luar biasa”.

Apa yang Terjadi?

Militer ‘Israel’ mengonfirmasi bahwa enam tentara dan pasukan cadangan mereka terluka dalam baku tembak dengan pejuang perlawanan Suriah.

Sebuah unit pasukan terjun payung cadangan dari Brigade 55, di bawah Divisi 210, masuk ke kota tersebut untuk menangkap tiga anggota Kelompok Islam.

Menurut militer, setelah penangkapan dilakukan, para bersenjata melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter.

‘Israel’ kemudian mengerahkan jet tempur, tank, dan drone untuk menyerang sejumlah lokasi di kota tersebut. Media Israel melaporkan bahwa para pejuang berhasil menargetkan dan melumpuhkan sebuah kendaraan Hummer ‘Israel’, yang kemudian ditinggalkan dan akhirnya dibom oleh tentara ‘Israel’.

Para tentara yang terluka diterbangkan dengan helikopter, dan pasukan ‘Israel’ mundur ke pinggiran kota sekitar dua jam setelah bentrokan.

Pejabat keamanan mengatakan kepada Radio Tentara ‘Israel’ bahwa operasi di Beit Jinn telah direncanakan selama sebulan, dan kota itu disebut memiliki “infrastruktur militan yang signifikan”.

‘Israel’ mengklaim bahwa ketiga orang yang ditangkap memiliki keterkaitan dengan Kelompok Islam, dan menuduh mereka merencanakan serangan, menembakkan roket, serta menanam bahan peledak.

Identitas para tahanan tidak diumumkan, namun laporan ‘Israel’ menyebut dua di antaranya adalah saudara kandung.

Kelompok Islam dikenal aktif di Lebanon, dan beberapa pemimpinnya telah menjadi target ‘Israel’ dalam perang di negara tersebut.

Media pemerintah Suriah mengonfirmasi bahwa warga setempat melawan pasukan ‘Israel’ yang sedang melakukan penangkapan, yang kemudian memicu pemboman besar-besaran oleh ‘Israel’.

Setidaknya 13 warga sipil, termasuk lima anggota satu keluarga, tewas dalam serangan tersebut. Sekitar 25 orang lainnya terluka. Puluhan keluarga melarikan diri dari kota karena pemboman yang terus berlanjut dan kekhawatiran akan invasi berikutnya.

Koresponden Al Jazeera mendokumentasikan kerusakan besar pada rumah-rumah, toko, dan infrastruktur sipil.

Mengapa Beit Jinn?

Beit Jinn berada di lereng timur Gunung Hermon, di wilayah yang berbukit dan dekat dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki ‘Israel’. Wilayah ini dianggap strategis oleh ‘Israel’ karena menjadi jalur penyelundupan dan basis jaringan perlawanan.

Serangan ‘Israel’ ke Beit Jinn bukan hal baru. Operasi serupa pada Juni lalu menewaskan satu warga sipil dan menyebabkan tujuh orang ditangkap. Pada Agustus, lebih dari 100 tentara ‘Israel’ terlibat dalam penggerebekan lainnya.

Menurut sumber lokal, sekitar 45 warga Suriah telah ditahan oleh pasukan ‘Israel’ sepanjang tahun lalu dalam berbagai serangan lintas perbatasan, dan hingga kini nasib mereka tidak diketahui. (zarahamala/arrahmah.id)




************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: