Breaking News
Loading...

Prancis Desak “Israel” Tinggalkan Wilayah Suriah


Syiahindonesia.com -  Prancis pada Kamis (20/11/2025) mendesak “Israel” untuk menarik pasukannya keluar dari wilayah Suriah dan menghormati kedaulatan serta integritas teritorial Suriah, seraya memperingatkan bahwa kehadiran militer apa pun di zona pemisahan yang diamanatkan PBB melanggar komitmen internasional yang telah lama berlaku.

Berbicara dalam jumpa pers di Paris, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan Prancis “dengan tegas menegaskan” bahwa Perjanjian Pelepasan 1974 antara “Israel” dan Suriah harus ditegakkan oleh kedua penandatangan, lansir Anadolu.

“Prancis menyerukan penarikan tentara ‘Israel’ dan menegaskan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah,” kata Pascal Confavreux.

Ia menambahkan bahwa Paris mendukung pembentukan perjanjian keamanan antara “Israel” dan Suriah “yang bertujuan memulihkan hubungan bertetangga baik dan berkontribusi pada transisi politik yang damai menuju Suriah yang bersatu.”

Ia lebih lanjut menekankan bahwa kehadiran militer “Israel” di dalam zona pemisahan “merupakan pelanggaran terhadap perjanjian 1974,” dan harus segera dihentikan.

Confavreux juga menggarisbawahi kekhawatiran Prancis atas meningkatnya kekerasan terkait serangan pemukim “Israel” di Tepi Barat yang diduduki.

Ia mengingatkan bahwa Paris telah mendesak pemerintah “Israel” untuk menyelidiki serangan-serangan baru-baru ini, termasuk penangkapan empat pemukim ekstremis, dan untuk memastikan “sanksi yang sesuai” diterapkan untuk mengakhiri impunitas.

“Semua rencana yang mengarah pada aneksasi de facto, khususnya proyek-proyek permukiman yang mengancam integritas wilayah Tepi Barat, tetap menjadi garis merah bagi Prancis,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Prancis terus memperjuangkan Otoritas Palestina sebagai badan pemerintahan yang sah untuk Gaza dan Tepi Barat.

Situasi di Lebanon Selatan
Confavreux menyuarakan keprihatinan yang kuat atas meningkatnya serangan “Israel” di Lebanon Selatan, mengutuk serangan yang telah menewaskan warga sipil dan mendesak semua pihak untuk menjunjung tinggi perjanjian gencatan senjata 27 November 2024.

“Kami prihatin dengan meningkatnya serangan ‘Israel’ di Lebanon Selatan. Kami mengutuk serangan ‘Israel’ yang menewaskan warga sipil,” ujarnya.

Ia lebih lanjut menekankan bahwa gencatan senjata harus dilaksanakan sepenuhnya dan komitmen yang dibuat berdasarkan perjanjian tersebut harus dihormati oleh semua pihak.

Ia menambahkan bahwa Prancis tetap “terlibat penuh,” bersama AS, dalam mekanisme pemantauan yang mengawasi gencatan senjata, dan melanjutkan partisipasinya dalam pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL.

Ke depannya, Prancis menegaskan kembali dukungannya terhadap rencana yang diumumkan pada 5 September 2025, di mana pemerintah Lebanon menyatakan niatnya untuk melucuti senjata Hizbullah dan mengerahkan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) di wilayah selatan. (haninmazaya/arrahmah.id)




************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: