Breaking News
Loading...

Mengapa Umat Islam Harus Menolak Ajaran Syiah?

 


Syiahindonesia.com –
Di tengah derasnya arus informasi, infiltrasi ideologi, dan propaganda digital, umat Islam Indonesia wajib memahami ancaman tersembunyi dari ajaran Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariah. Syiah bukan sekadar mazhab fikih atau perbedaan minor, tetapi sebuah konstruksi teologis yang berdiri di atas akidah, riwayat, dan konsep yang bertentangan dengan Islam yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan dipahami para sahabat. Penolakan terhadap ajaran Syiah bukan karena kebencian, tetapi karena perlindungan akidah, penjagaan generasi, dan kesetiaan kepada Islam yang murni.


1. Aqidah Syiah Bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah

Syiah memiliki fondasi akidah yang berbeda secara substansial dari Islam.

Contoh penyimpangannya:

1.1. Syiah menuduh para sahabat murtad

Mereka mengklaim 95% sahabat meninggalkan agama setelah wafatnya Nabi ﷺ.
Padahal Allah memuji sahabat:

﴿ وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ ﴾
“Allah ridha kepada mereka…” (QS. At-Taubah: 100)

Memusuhi sahabat berarti menolak ayat-ayat Al-Qur’an.

1.2. Syiah menuduh Al-Qur’an telah diubah

Sebagian kitab induk Syiah menyatakan mushaf yang benar hanya ada pada Imam Mahdi.
Ini jelas bertentangan dengan firman Allah:

﴿ إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ ﴾
“Kamilah yang menjaga Al-Qur’an.” (QS. Al-Hijr: 9)

1.3. Imam Syiah dianggap maksum dan lebih tinggi dari Nabi

Ini menyelisihi keyakinan Islam bahwa kemaksuman hanya milik para nabi, bukan manusia biasa.


2. Syiah Menanamkan Kebencian Terhadap Sahabat Nabi ﷺ

Sahabat adalah generasi terbaik yang menyampaikan Islam kepada kita. Jika sahabat dilecehkan, otomatis:

  • hadis rusak,

  • riwayat runtuh,

  • Islam tidak lagi memiliki landasan.

Syiah menyerang sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah radhiyallahu ‘anhum, padahal Nabi ﷺ bersabda:

« لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي »
“Jangan kalian mencaci sahabatku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menuduh sahabat sebagai munafik sama saja merusak agama dari pondasinya.


3. Doktrin Taqiyah Melahirkan Penipuan Akidah

“التقية ديني ودين آبائي” – “Taqiyah adalah agamaku dan agama leluhurku.”

(Klaim riwayat Syiah)

Dalam praktiknya, taqiyah berarti:

  • menyembunyikan keyakinan,

  • berpura-pura sebagai Sunni,

  • memanipulasi pembicaraan demi kepentingan Syiah.

Ini menjadikan dialog dengan Syiah mustahil dilakukan secara jujur.

Rasulullah ﷺ bersabda:

« آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ… »
“Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta…”
(HR. Bukhari dan Muslim)


4. Konsep Imam 12 Syiah Tidak Ada Dasarnya dalam Islam

Syiah membangun seluruh agamanya di atas konsep imamah:

  • Imam dianggap ma’shum,

  • mengetahui perkara ghaib,

  • memiliki otoritas lebih tinggi dari nabi,

  • dan ketaatan mereka wajib mutlak.

Padahal dalam Islam, kepemimpinan adalah perkara ijtihad, bukan ketetapan langit. Tidak pernah ada satu ayat pun yang menyebut daftar 12 imam Syiah.


5. Ritual Syiah Menyimpang dari Syariat Islam

Contoh ritual syiah yang bertentangan dengan syariat:

  • memukul diri dengan pedang saat Asyura,

  • meratap dan merobek pakaian,

  • menampar dan menumpahkan darah,

  • mengangkat imam sebagai perantara doa.

Semua ini bertentangan dengan sabda Nabi ﷺ:

« لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ… »
“Bukan dari golongan kami orang yang menampar pipinya…”
(HR. Bukhari)

Ritual-ritual ini bukan dari Islam, tetapi dari tradisi Persia lama dan budaya asing.


6. Syiah Banyak Menggunakan Riwayat Palsu

Banyak hadis dalam kitab Syiah seperti Al-Kafi adalah:

  • buatan,

  • tidak memiliki sanad sah,

  • bertentangan dengan Al-Qur’an,

  • mengagungkan imam secara berlebihan.

Pemalsuan hadis ini sengaja dilakukan untuk:

  • menyerang sahabat,

  • menolak hadis sahih Sunni,

  • mengangkat derajat imam Syiah hingga setara atau lebih tinggi dari nabi.


7. Syiah Bersifat Politik, Bukan Agama

Sejak Safawi hingga Republik Iran modern, Syiah selalu menjadi:

  • alat politik,

  • alat ekspansi negara,

  • cara mendapatkan pengaruh global.

Iran memakai masjid, bantuan sosial, beasiswa, LSM, hingga film dan drama sebagai instrumen penyebaran Syiah. Artinya, Syiah bergerak secara ideologi + politik.

Islam tidak mengajarkan agama untuk tujuan geopolitik seperti ini.


8. Ulama Ahlus Sunnah Telah Mengharamkan Ajaran Syiah

Banyak ulama menegaskan bahaya Syiah, antara lain:

  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,

  • Imam Adz-Dzahabi,

  • Al-Baghdadi,

  • Ahmad bin Hanbal,

  • Syaikh Bin Baz,

  • Syaikh Al-Albani,

  • Syaikh Shalih Al-Fauzan.

Hukumnya jelas:

Syiah Imamiyah adalah sekte sesat yang bertentangan dengan Islam.


9. Menolak Syiah Bukan Kebencian, Tetapi Penjagaan Akidah

Umat Islam harus menolak Syiah karena:

  • mereka menyerang sahabat,

  • mengubah makna Al-Qur’an,

  • menyebar hadis palsu,

  • memiliki akidah bertentangan dengan Islam,

  • menjalankan ritual yang tidak diajarkan Nabi ﷺ,

  • membawa agenda politik yang berbahaya.

Menolak Syiah berarti menjaga:

  • kemurnian tauhid,

  • sunnah Nabi ﷺ,

  • persatuan umat,

  • dan generasi dari penyimpangan.


Kesimpulan

Syiah bukan sekadar perbedaan kecil, tetapi penyimpangan aqidah yang menyentuh fondasi agama. Perbedaan ini bukan antara “mazhab vs mazhab”, tetapi antara kebenaran vs kebatilan.

Menolak Syiah adalah kewajiban seluruh umat Islam yang ingin memegang teguh:

  • Al-Qur’an yang murni,

  • Sunnah Nabi ﷺ yang sahih,

  • serta aqidah yang lurus seperti para sahabat dan ulama salaf.


(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: