Breaking News
Loading...

Konsep Kasyf dalam Syiah yang Bertentangan dengan Ahlus Sunnah

 


Syiahindonesia.com -
Salah satu keyakinan pokok dalam Syiah Imamiyah yang jarang dipahami masyarakat umum adalah doktrin kasyf—yaitu klaim bahwa para imam Syiah atau para tokoh spiritual mereka memiliki kemampuan “membuka tabir gaib”, melihat hal-hal tersembunyi, mengetahui niat manusia, hingga memprediksi masa depan. Konsep ini sangat bertentangan dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yang meyakini bahwa perkara gaib hanya diketahui oleh Allah ﷻ semata. Artikel ini akan mengurai secara rinci bagaimana konsep kasyf diselewengkan oleh Syiah dan mengapa hal itu wajib diwaspadai karena bertentangan dengan akidah Islam yang murni.


1. Apa Itu Kasyf dalam Syiah?

Dalam literatur Syiah, kasyf adalah kemampuan supranatural yang diklaim dimiliki oleh Imam atau wali Syiah, seperti:

  • mengetahui perkara gaib,

  • mengetahui isi hati manusia,

  • melihat takdir masa depan,

  • mendapatkan ilham yang setara dengan wahyu,

  • dan memiliki hubungan langsung dengan “alam malakut”.

Syiah meyakini bahwa kasyf ini bukan hanya bagi para Imam 12, tetapi juga sebagian ulama dan tokoh spiritual mereka.

Padahal konsep ini tidak pernah diajarkan Nabi ﷺ kepada umat Islam.


2. Aqidah Islam: Gaib Hanya Milik Allah

Ahlus Sunnah meyakini bahwa gaib adalah hak eksklusif Allah, sebagaimana firman-Nya:

﴿قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ﴾
“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara gaib selain Allah.”
(QS. An-Naml: 65)

Dan Allah berfirman:

﴿عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ﴾
“Dia-lah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata.”
(QS. Al-Hashr: 22)

Tidak ada manusia—bahkan para nabi—yang mengetahui gaib tanpa izin Allah. Apalagi imam atau ulama Syiah.


3. Syiah Menyandarkan Kasyf Setara dengan Wahyu

Syiah Imamiyah meyakini bahwa imam memiliki ‘ilm al-ladunni—ilmu yang langsung diberikan Allah sebagaimana wahyu para nabi. Mereka mengklaim bahwa:

  • Imam diberi “ilham pasti”,

  • Imam mendengar suara malaikat,

  • Imam diberi pengetahuan gaib secara konstan,

  • Imam memiliki cahaya yang terhubung ke alam ketuhanan.

Padahal Rasulullah ﷺ sendiri tidak pernah mengajarkan bahwa setelah beliau wafat ada manusia yang tetap menerima wahyu atau ilham seperti wahyu.

Ini bertentangan dengan sabda Nabi ﷺ:

«لَا نَبِيَّ بَعْدِي»
“Tidak ada nabi setelahku.”
(HR. Bukhari)

Konsep kasyf Syiah pada hakikatnya membuka pintu klaim kenabian terselubung.


4. Kasyf Menjadi Legitimasi Bid’ah dan Ritual Syiah

Konsep kasyf digunakan oleh Syiah untuk membenarkan berbagai ritual bid’ah seperti:

  • meratap dan memukul diri dalam ritual Asyura,

  • thawaf di kuburan para imam,

  • meminta pertolongan kepada arwah Imam,

  • menyakini Imam hadir dalam majelis-majelis tertentu,

Semua ini dianggap “terlihat melalui kasyf” oleh ulama mereka.

Padahal Islam hanya membenarkan ibadah berdasarkan dalil, bukan bisikan spiritual.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ»
“Barang siapa mengada-adakan sesuatu dalam agama kami yang tidak ada tuntunannya maka ia tertolak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


5. Bahaya Konsep Kasyf: Membuka Jalan kepada Kesyirikan

Ketika seseorang percaya bahwa manusia biasa mengetahui gaib, berarti ia telah memberikan sifat ketuhanan kepada manusia. Ini adalah bentuk kesyirikan yang jelas.

Contoh bahayanya:

a. Keyakinan bahwa Imam 12 hadir di mana saja

Sebagian Syiah ekstrem percaya Imam Mahdi dapat muncul tiba-tiba dan melihat semua amal manusia.

b. Meminta kepada arwah Imam

Mereka berdoa: “Wahai Ali, berilah kami rezeki, ilmu, dan pertolongan.”
Ini adalah syirik akbar.

c. Menganggap kasyf lebih akurat daripada Al-Qur’an

Ucapan ulama Syiah yang “melihat gaib” dianggap lebih benar daripada dalil.

Semua ini jelas bertentangan dengan tauhid.


6. Kasyf Tidak Dikenal oleh Para Sahabat dan Ulama Salaf

Tidak pernah ada sahabat yang:

  • mengaku dapat melihat alam ghaib,

  • mengklaim mendapatkan ilham kenabian,

  • mengetahui masa depan,

  • membaca isi hati manusia.

Yang mereka lakukan adalah berpegang pada wahyu dan sunnah.

Ahlus Sunnah mengikuti jalan ini, bukan jalan khayalan spiritual Syiah.


7. Kasyf Menjadi Alat Politik Syiah

Di Iran, para ulama Syiah sering menggunakan “kasyf” untuk:

  • mengklaim legitimasi politik,

  • menjustifikasi tindakan zalim,

  • menyatakan keputusan politik sebagai “ilham ilahi”.

Ini menjadikan agama sebagai alat kekuasaan, bukan petunjuk kebenaran.


8. Kesimpulan: Kasyf Syiah Adalah Penyimpangan Akidah

Konsep kasyf dalam Syiah adalah penyimpangan besar yang harus ditolak karena:

  • memberikan sifat ketuhanan kepada imam,

  • bertentangan dengan dalil Al-Qur’an,

  • bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ,

  • membuka pintu bid’ah dan kesyirikan,

  • digunakan sebagai alat politik dan kultus individu.

Ahlus Sunnah berpegang teguh pada dalil bahwa gaib hanya milik Allah. Segala klaim manusia tentang kasyf, penglihatan batin, atau ilmu gaib adalah dusta dan bagian dari ajaran sesat.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: