Breaking News
Loading...




Oleh Zulkarnain elmadjry

Sebuah diskusi di media sosial sempat mengusik Syiah Mengapa mengkafirkan sahabat?. Tiba-tiba muncul sebuah tulisan yang mengandung kalimat-kalimat mempertanyakan eksistensi Sahabat, kalau Syiah  ingin mengatakan, jika sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam itu adalah orang-orang yang tidak layak disebut sahabat nabi sehingga layak dikafirkan oleh mereka. Ini tulisannya: 


Isi tulisan ana adalah saya adalah bahwa syiah tidak sepakat dan menentang...

Para sahabat yang perangi sahabat...
Para sahabat yang kobarkan fitnah di tengah sahabat...
Para sahabat yang mencaci para sahabat...
Para sahabat yang perangi Ahlulbait as
Para sahabat yang ninggalin nabi saat berkhutbah demi kafilah dagang dan karnaval...
Para sahabat yang rebutan ghanimah di Uhud hingga hampir saja berakibat pada terbunuhnya Rasulullah...
Para sahabat yang bahkan tidak lulus sopan santun dasar terhadap Rasul saw sehingga disebut tidak berakal oleh Allah di surat al Hujurat...
Para sahabat yang meragukan kenabian Muhammad saw di peristiwa Hudaibiyyah
Para sahabat yang mangkir tidak mau patuh pada Rasul saw dalam sariyyah Usamah bin Zaid
Para sahabat yang menolak yang cuma mau al quran dan gak mau sabda nabi dengan semboyan HASBUNA KITABULLAH...
Para sahabat yang bakar hadis nabi pasca wafatnya Rasul saw...

Dan masih bisa saya tuliskan satu perpustakaan untuk *jenis sahabat yang munafik....*

Bagaimana kalimat terakhir menyebutkan kalau sahabat itu ada yang munafik, Padahal kalau kembali kepada hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam jika memang sahabat dituduh munafik, *keturunan nabi saja menurut nabi ada yang munafik.*

Cara berpikir aborsi seperti yang dilakukan oleh kader Syiah di atas itu menunjukkan cara pandang Syiah yang penuh dengan taqiyah. Tujuan utamanya adalah bahwa sahabat itu menolak hadits yang mewariskan wilayah kepada Ali Bin Abi Thalib, menggambarkan otak Syiah yang terdekat ini tak bisa menghindar dari kebiasaan tokoh-tokoh Syiah yang merasa lebih cerdas dari sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, persoalannya adalah 1, jawabannya ada di dalam kitab-kitab majusi Syiah.


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: