Breaking News
Loading...



Ahlussunnah Wal Jamaah mengatakan bahwa berdoa itu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sedangkan paham Syiah mengajarkan berdoa kepada Ali Bin Abi Thalib, Hasan, Husein, dan Fatimah


 *Zulkarnain el Madury*

Doa itu ada sangkut pautnya dengan akidah, dan Aqidah itu sendiri bisa menentukan apakah doa kita diterima atau tidak, sangat tergantung pada tingkat keikhlasan di dalam bertauhid.

Bagaimana sikap Ahlussunnah Wal Jamaah di dalam berdoa, bahwa memanjatkan doa itu hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dengan penuh keyakinan bahwa hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala itulah yang mengabulkan doa.

Berbeda dengan Ahlussunnah Wal Jamaah adalah Syiah Rafidhah, sebagaimana layaknya kaum musyrikin yang menyalurkan doanya lewat berhala-berhala atau patung-patung yang menjadi perantara mereka bermediasi dengan Allah, sedangkan Syiah tidak ada bedanya dengan kaum musyrikin dengan menempatkan manusia manusia utama di dalam pandangannya itu yang bisa mengabulkan doanya, semisal Ali bin Abi Tholib, Hasan, Husein dan Fatimah. Karena mereka adalah Imam yang bisa memerintah Allah subhanahu wa ta'ala dan menolak bala'. Ke empat tokoh sejarah islam itu dibuat sedemikian mistisnya dan sangat sakral sehingga puncaknya menjadi dasar-dasar aqidah Syiah. Menciptakan mitos terhadap Ali Bin Abi Thalib, Hasan, Husein dan Fatimah tertulis di berbagai kitab kitab Syiah sehingga seorang penganut agama Syiah selalu menempatkan ajarannya mereka sebagai kendaraan atau wasilah yang mabrur dimata mereka meskipun merupakan penyesatan yang sangat luar biasa.

Mereka diminta paham Syiah itu merupakan manusia dewa yang penuh dengan sifat-sifat ketuhanan dan merupakan titisan Tuhan


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: