Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Dr. Syamsuddin Arif, salah satu Peneliti INSISTS dalam kesempatan diskusi ilmiah untuk menyoroti ajaran Syiah dalam kunjungannya ke Mesir yang bertempat di Auditorium Keluarga Pelajar Jakarta Mesir (07/02) mengomentari tentang ideologi aliran Syiah.

Menurutnya, Syiah merupakan para pemalsu dan pengarang Hadits Nabi saw.

"Salah satu paham yang mereka anut misalnya adalah membenci para Sahabat Rasulullah Saw. Mereka juga merupakan para pemalsu dan pengarang hadits Nabi Saw yang diantaranya  mengatas namakan al-Baqir, seperti dalam hadis ‘Semua orang selepas meninggal Nabi murtad, kecuali tiga; al-Miqdad ibn Aswad, Abu Dzar al-Gifari, dan Salman al-Farisi.’ Mereka membuat hadis ini tanpa mencantumkan Ali r.a termasuk di dalamnya, yang artinya Ali pun bisa digolongkan termasuk orang murtad. “Hal ini jelas merupakan bagian dari kebohongan dan kebodohan yang mereka ada-adakan,” jelasnya sebagaimana dilansir Annasindonesia.com, (2/19).

Isu dan bahasan seputar Syiah masih menarik untuk dikaji. Apalagi di tengah maraknya kampanye dan wacana pluralisme dan liberalisme beragama di kalangan umat Islam, yang membuat umat kebingungan dan bertanya-tanya akan kebenaran ajaran Islam yang sesungguhnya. Efek gencarnya wacana liberalisme dan pluralisme agama ini pada akhirnya menyeret agar umat Islam tidak memonopoli kebenaran dan menerima keberagaman atas penafsiran agama. Hasilnya, umat Islam diarahkan agar mau menerima aliran-aliran yang sebenarnya bukan hanya berbeda namun juga telah jauh tersesat dari ajaran Ahlussunah, salah satunya ialah Syiah.

Di awal bulan Februari 2019 ini, Dr. Syamsuddin Arif (Peneliti INSISTS) menghadiri dua diskusi ilmiah untuk menyoroti ajaran Syiah dalam kunjungannya ke Mesir. Diskusi pertama bertempat di Auditorium Keluarga Pelajar Jakarta Mesir (07/02), sedangkan diskusi kedua diadakan di Ruwaq Indonesia (08/02). (albert/syiahindonesia.com)

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: