Breaking News
Loading...






Oleh Zulkarnain elmadury

Majusi Iran di mata Ayatullata Khomeini dipandang jauh lebih baik dengan penduduk Hijaz di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Penyembah api sesat dan memuja Dewa yang hidup dalam kekafiran justru dianggap jauh lebih mulia dari kedudukan orang-orang Hijaz yang beriman selama kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kalau bukan konsep pemikiran Persia yang keluar dari mulut ayatullah Khomeini, lalu apalagi yang bisa dituduhkan kepadanya.

Ayatullata Khomeini sebagaimana di dalam bukunya menyebutkan:
إن شعب إيران أفضل من أهل الحجاز في عصر رسول الله صلى الله عليه وسلم
 *Sesungguhnya bangsa Iran jauh lebih baik dari penduduk Hijaz di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam* 

Perkataan batil Ayatullata Khomeini ini tentu merupakan perkataan yang biasa keluar dari orang-orang yang tidak memiliki iman, sebangsa kaum majusi Iran yang lebih serupa invasi pemikiran dari keyakinan kaum majusi. Bagi Iran tentunya perkataan Ayatullata Khomeini sebagai orang Pujaan mereka, nilainya adalah plus, karena Pujaan mereka, meskipun sebenarnya merupakan lontaran kata yang menyesatkan. Atau lebih pada komoditas pemikiran Persia yang menjajah Islam dengan promosi Persia yang lebih baik baginya. Padahal ukuran dalam agama itu adalah soal keimanan, sudah pasti apa yang dikatakan oleh Ayatullata Khomeini merupakan sebuah kekafiran yang tak pantas diucapkan olehnya. Tetapi di mata Syiah,  Ayatullata Khomeini adalah segalanya, meskipun kenyataannya dia itu merendahkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: