Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Seluruh mata dunia internasional kini tengah i serangan bom yang terjadi di Tanah Suriah.

Betapa tidak, banyak warga sipil yang menjadi korban tewas dari serangan biadab tersebut, tak terkecuali anak-anak kecil yang meregang nyawa dihantam bom.

Salah satunya pemandangan miris yang terlihat di sebuah foto yang kini tengah menjadi bahan perbincangan netizen di dunia maya.

Di foto tersebut, terlihat seorang ayah yang tengah menggendong anak kembarnya yang tewas akibat terjangan bom kimia di Provinsi Idlib, Suriah.

Pria yang menggendong anak kembar di foto tersebut diketahui bernama Abdul Hamid Youssef.

Seperti dilansir Fox6now.com, Kamis (6/4/2017), dia pun menceritakan tragedi mengerikan yang menimpa keluarganya tersebut.

Youssef mengatakan serangan tersebut mengagetkannya saat dirinya terlelat, saat itu dia terbangun dan kesulitan untuk bernapas.

Bangun dari tidur, Youssef pun langsung bergegas menyambangi kedua anak kembarnya yang berusia 9 bulan dan memastikan mereka masih hidup.

Kemudian, dia menitipkan kedua anak tersebut ke istrinya dan meminta sang istri untuk tetap berada di dalam rumah.

Youssef pun bergegas untuk berlari ke rumah orang tuanya yang berada di sebelah rumahnya.

Ketika itu, dia melihat pemandangan yang mengerikan, orang-orang sempoyongan dan tumbang di jalanan.

Tiba di rumah orang tuanya, Youssef mendapatkan dua saudara laki-lakinya.

Youssef yang panik melihat kondisi kedua saudara, langsung berlari menuju rumahnya untuk melihat kondisi istri dan anak kembarnya.

Sesampainya di rumah, Youssef menemukan pemandangan yang membuatnya hatinya hancur berkeping-keping.

"Keluar busa dari mulut mereka (istri dan anak kembarnya), tubuhnya kejang. Mereka tergeletak di lantai, tak bernyawa," tutur Youssef kepada CNN, Rabu (5/4/2017).

"Anak-anak saya, Ahmad dan Aya, serta istri saya... mereka tewas dimartir. Seluruh keluarga saya hilang," kata Youssef.

Youssef mengatakan dirinya sempat pingsan dan terbangun di rumah sakit beberapa jam kemudian.

Dia harus menghadapi kenyataan yang sungguh pahit: seluruh keluarganya meregang nyawa.

Menurut Youssef, sekitar 25 anggota keluarganya tewas hari itu di Khan Sheikhoun.

"Saudara laki-laki, anak-anak mereka, dan sepupu mereka. Sekitar 25 orang keluarga saya meninggal dimartir," tutur Youssef.

Foto Youssef yang membopong jenazah kedua anaknya yang terbungkus kain kafan, mendadak viral di dunia maya.

Youssef diabadikan saat berada di sebelah liang lahat, menggendong kedua anak kembarnya.

Terekam pula, Youssef tengah berlutut di sebelah pusara anak kembarnya dan terus menerus menangis.

"Saya menangis, tapi ini tangis kebahagiaan," kata Youssef.

Sebab, menurutnya, anak-anaknya kini tengah bersama Tuhan, dan itu lebih baik ketimbang hidup di Suriah.

"Anak-anak saya bukan anak-anak pertama yang tewas," katanya sambil menangis.

Seperti diketahui, Youssef dan keluarganya tinggal di daerah pesisir utara Khan Sheikhoun, yang terletak di Provinsi Idlib.

Pada Selasa (4/4/2017), serangan udara menghantam sebuah area yang jaraknya hanya beberapa meter dari kediamannya.

Dan, itu bukan serangan biasa, melainkan serangan bom kimia yang menyasar para pemberontak saat tengah terlelap.

Istri dan anak-anak Youssef merupakan satu dari sekian banyak korban tewas serangan kimia yang disebut-sebut paling mematikan selama di Suriah.

Penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan setidaknya 70 orang itu.

Militer Suriah membantah menggunakan senjata kimia, mereka malah menyalahkan pihak pemberontak atas serangan tersebut. Tribunnews.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program Syiahindonesia.com.

Ke No. Rek. an. MASHUDI

Bank Mandiri:

9000009170961

Cantumkan kode unik pada nominal transfer dengan angka 234. Contoh donasi Rp. 1.000.000,-, maka jumlah yang ditransfer adalah Rp.1.000.234,-. Barokallahu fikum wa jazakumullah khairal jaza'

0 komentar: