Breaking News
Loading...





Oleh Zulkarnain El Madury

Kotoran yang membawa berkah ?
Apapun yang disebut kotoran itu sudah pasti najis, dan siapapun yang mengeluarkan kotoran sudah pasti mengeluarkan najis, terutama yang najis menurut syariat Islam. Karena sebab najis itulah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu memerintahkan kepada umatnya Bagaimana cara menghilangkan najis termasuk najis najis yang terdapat pada pribadi beliau ketika sedang hadats, melepaskan diri dari perckan percikan najis. 

Apalagi manusia setelah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yang tidak Maksum, tentu sebuah lelucon kalau dikatakan bahwa imam imam menurut persepsi Syiah, yang menjadi pelanjut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah Imam Maksum yang kotorannya bisa menjadi obat bagi orang lain, hingga ada produk permen yang diekspor ke berbagai negara yaitu permen-permen yang dihasilkan dari kotoran-kotoran para Imam Imam Syiah termasuk kaum murah yang ada di Iran. Tentu karena faktor dukungan kitab mereka sebagai bentuk pembenaran memasarkan kotoran para imam sebagaimana yang tertulis di dalam fatwa fatwa ulama mereka.





Ajaran sesat seperti ini menjadi bagian dari karomah orang-orang Syiah, Coba kita lihat binatang yang paling gemar bermain di kotoran itu adalah babi, jadi tidak ada bedanya mereka dengan babi.



Abu Jafar berkata: “Ciri-ciri Imam ada 10:
  • Dilahirkan sudah dalam keadaan berkhitan.
  • Begitu menginjakkan kaki di bumi ia mengumandangkan dua kalimat syahadat.
  • Tidak pernah junub.
  • Matanya tidur hatinya terbangun.
  • Tidak pernah menguap
  • Melihat apa yang di belakangnya seperti melihat apa yang di depannya.
  • Bau kentut dan kotorannya bagaikan misik….”

(Al-Kaafi 1/319, Kitabul Hujjah Bab” Maulidul Aimmah).
Heheheh

0 komentar: