Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - China dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membantu rezim Syiah Presiden Bashar Al Assad dalam perang berkepanjangan yang terjadi di Suriah. Ini menandai pergeseran bagi kebijakan luar negeri Tiongkok, yang telah lama menghindari intervensi dalam konflik militer di negara lain.

Seperti dikutip dari The Daily Beast pada Minggu (12/8), pada 1 Agustus lalu, Dubes China untuk Suriah Qi Qianjin mengatakan kepada kantor berita Al Watan milik pemerintah Suriah bahwa “militer (Cina) berniat untuk berpartisipasi bersama dengan tentara pemerintah memerangi pejuang Suriah di Idlib dan beberapa wilayah lainnya.”

Sementara itu, Atase Militer Kedutaan Cina di Suriah, Wong Roy Chang mengatakan bahwa kerja sama antara tentara Tiongkok dengan Suriah “tengah berlangsung.”

“Kami –Cina dan tentara– berharap untuk mengembangkan hubungan kita dengan tentara Suriah, berpartisipasi dalam operasi di Idlib. Namun, ini semua membutuhkan keputusan politik,” lanjut Wong.

Ini menandai pergeseran signifikan dari kebijakan non-intervensi China yang telah lama diterapkan dan mengisyaratkan pergeseran besar dalam geopolitik regional. Kendati demikian, ‘campur tangan’ Cina dalam Perang Suriah sejatinya telah lama terjadi, namun, terbatas pada tataran diplomatik.

Ketika Perang Suriah berkecamuk, Cina mendukung Rusia –sekutu Presiden Suriah Bashar Al Assad– dengan memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan membawa pembatasan lebih besar terhadap konflik tersebut. Langkah Cina yang turut menggunakan hak veto-nya menandai perubahan dari kebiasaan abstain Tiongkok dalam voting DK PBB. Eramuslim.com



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: