Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pemerintah Inggris mengatakan akan melarang seluruh sayap Hisbullah karena membawa pengaruh yang terus mendestabilisasi Timur Tengah, dan mengklasifikasi gerakan dari Lebanon itu sebagai sebuah organisasi teroris.

Pada 2001 Inggris melarang unit keamanan eksternal Hisbullah dan pada 2008 menetapkan hal serupa untuk sayap militer kelompok tersebut. Sekarang, Inggris berencana melarang gerakan politik Hisbullah sekaligus.

“Hisbullah terus melanjutkan upaya mendestabilisasi situasi yang sudah rapuh di Timur Tengah -- dan kami tidak lagi bisa membedakan antara sayap militer mereka yang sudah dilarang dan partai politik mereka,” kata Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid, Senin (25/2/2019) waktu setempat.

“Karenanya, saya telah memutuskan untuk melarang kelompok ini sepenuhnya," tambahnya dalam pernyataan tertulis.

Hisbullah, kelompok Syiah dukungan Iran, juga sudah disebut sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.

Sikap Inggris ini baru bisa berlaku Jumat nanti menunggu persetujuan parlemen. Jika diberlakukan, setiap anggota Hisbullah atau pendukungnya di Inggris bisa terkena pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Pemerintah Inggris beranggapan bahwa Hisbullah terus mengumpulkan senjata yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, dan dukungannya kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad "membuat konflik dan represi brutal rezim terhadap rakyat Suriah makin berlarut-larut".

Hisbullah belum memberikan tanggapannya atas tindakan Inggris ini, tetapi musuh bebuyutan mereka, Israel, langsung berterima kasih kepada Javid, dan mendesak Uni Eropa melakukan hal serupa.

“Siapa saja yang benar-benar ingin memerangi terorisme harus menolak perbedaan palsu antara sayap 'militer dan politik'," kata Menteri Keamanan Israel Gilad Erdan di akun Twitter.

“Sekarang waktunya bagi UE untuk mengikuti ini!”

Hisbulah sekarang menguasai tiga dari 30 kementerian di pemerintahan Lebanon, dan pengaruhnya mencapai tingkat regional di berbagai konflik Timur Tengah termasuk Suriah.

Di Inggris, Hisbullah menjadi topik perdebatan politik, karena pemimpin oposisi Jeremy Corbyn pernah menyebut kelompok itu sebagai "teman".

“Apa yang kita lihat dari Partai Buruh pimpinannya? Hamas dan Hisbullah disebut teman, Israel dan Amerika Serikat disebut musuh,” kata Perdana Menteri Theresa May di parlemen pekan lalu. Beritasatu.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: