Breaking News
Loading...



Oleh Zulkarnain ElMadury

Nikmatul Al jazairi adalah tokoh Syiah militan dan paling berani mengukir kata-kata dalam rangka menyebutkan Sunni sebagai tertuduh penyesat dalam Islam.

 terutama tokoh-tokohnya dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah sekelas Abu Bakar Umar terutama tokoh-tokohnya dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah sekelas Abu Bakar Umar, Umar, Usman dan para pengikutnya menjadi bulan-bulanan cara berpikir Syiah yang paling berani menodai sejarah sahabat dengan perkataan perkataan tak bermoral dan tak berakhlak. Bahkan kedua putri dari 2 sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun menjadi target penggusuran mereka dari istri-istri yang dilindungi oleh Allah dan rasulnya dengan menuduh istri Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ini tukang selingkuh dan sebagainya. Ternyata sebagaimana yang digambarkan mereka dalam kitab nya, yaitu ucapan pendeta Syiah nikmatullah Al jazairi:

وقد روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أن علامة النواصب تقديم غير علي عليه

"Dan telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam bahwa di antara ciri khas orang-orang Nawashib adalah: mendahulukan selain Ali atasnya ( Al Anwar An-Nu'maniyah jus 2 hal 309)

Tuduhan nikmatullah Aljazair ini sudah pasti ditujukan kepada para sahabat nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di samping bertujuan merendahkan mereka agar tidak menjadi kiblat umat. Hal ini ditegaskan olehnya dalam beberapa perkataan yang menganggap nashibi terhadap para sahabat nabi dan pengikutnya hingga hari kiamat.

Militansi dari caranya berpendapat menonjolkan sikap menggugat kedudukan kekhalifahan ketiga-tiganya dengan menggambarkan mereka sebagai thogut.


كلّ من اعتقد بإمامة الجبت والطاغوت (لعنهما الله) فهو ناصبي

"Siapa pun yang ber-i'tiqod terhadap kepemimpinan jibt dan thaqut (semoga Allah melaknat mereka berdua), maka ia adalah NASHIBI"

من تولّى أبا بكر وعمر لا يقبل الله منه عمله

"Barangsiapa yang ber-wala kepada Abu Bakr dan 'Umar, maka Allah tidak akan menerima amal dari orang tersebut"

من أحب أبا بكر وعمر لا يدخل الجنة

"Barangsiapa yang mencintai Abu Bakr dan 'Umar, maka ia tidak akan masuk Surga"

Nashibi yang dimaksudkan tertulis dengan jelas kalau mereka adalah thogut atau berhala Quraisy yaitu Abu Bakar dan Umar, merupakan Stempel yang diberikan oleh Syiah rafidhoh. Dan menyimpulkan seluruh umat Islam yang mencintainya dari zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sampai zaman sekarang masuk dalam kategori kafir dan berhak dimasukkan ke neraka. Merupakan sebuah keyakinan yang melekat dan tertulis di dalam benak mereka dengan satu tujuan memisahkan umat Islam dari ajaran-ajaran sahabat-sahabat nabi tersebut.

Di samping menghukumi keduanya juga menghukumi istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana sebelumnya yaitu Siti Aisyah dan Hafshah tidak lepas dari target pengucilan dan mengeluarkan mereka dari Ahlul Bait. Dengan berbagai fitnah dan teori-teori pendustaan menyebarkan hoax kepada seluruh umat Islam lewat tulisan-tulisan artikel ataupun kitab, supaya keimanan mereka menerima para sahabat nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menjadi pudar dan hanya mengikuti keyakinan Syiah.

Tuduhan-tuduhan tidak beradab dan tidak bermoral serta tidak berakhlak ini banyak memenuhi ruangan media sosial, padahal apa yang mereka lakukan dan mereka tuduhkan hanyalah politik alih kekuasaan dari sunni Syiah belaka.

Ambisi memang sangat tinggi menuntut sunni agar tunduk kepadanya merupakan bagian dari kekecewaan yang tertuang di negeri Persia waktu itu
Nikmatul Al jazairi adalah tokoh Syiah militan dan paling berani mengukir kata-kata dalam rangka menyebutkan Sunni sebagai tertuduh penyesat dalam Islam.

 terutama tokoh-tokohnya dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah sekelas Abu Bakar Umar terutama tokoh-tokohnya dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah sekelas Abu Bakar Umar, Umar, Usman dan para pengikutnya menjadi bulan-bulanan cara berpikir Syiah yang paling berani menodai sejarah sahabat dengan perkataan perkataan tak bermoral dan tak berakhlak. Bahkan kedua putri dari 2 sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun menjadi target penggusuran mereka dari istri-istri yang dilindungi oleh Allah dan rasulnya dengan menuduh istri Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ini tukang selingkuh dan sebagainya. Ternyata sebagaimana yang digambarkan mereka dalam kitab nya, yaitu ucapan pendeta Syiah nikmatullah Al jazairi:

وقد روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أن علامة النواصب تقديم غير علي عليه 

"Dan telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam bahwa di antara ciri khas orang-orang Nawashib adalah: mendahulukan selain Ali atasnya ( Al Anwar An-Nu'maniyah jus 2 hal 309)

Tuduhan nikmatullah Aljazair ini sudah pasti ditujukan kepada para sahabat nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di samping bertujuan merendahkan mereka agar tidak menjadi kiblat umat. Hal ini ditegaskan olehnya dalam beberapa perkataan yang menganggap nashibi terhadap para sahabat nabi dan pengikutnya hingga hari kiamat.

Militansi dari caranya berpendapat menonjolkan sikap menggugat kedudukan kekhalifahan ketiga-tiganya dengan menggambarkan mereka sebagai thogut.


كلّ من اعتقد بإمامة الجبت والطاغوت (لعنهما الله) فهو ناصبي

"Siapa pun yang ber-i'tiqod terhadap kepemimpinan jibt dan thaqut (semoga Allah melaknat mereka berdua), maka ia adalah NASHIBI"

من تولّى أبا بكر وعمر لا يقبل الله منه عمله 

"Barangsiapa yang ber-wala kepada Abu Bakr dan 'Umar, maka Allah tidak akan menerima amal dari orang tersebut"

من أحب أبا بكر وعمر لا يدخل الجنة 

"Barangsiapa yang mencintai Abu Bakr dan 'Umar, maka ia tidak akan masuk Surga"

Nashibi yang dimaksudkan tertulis dengan jelas kalau mereka adalah thogut atau berhala Quraisy yaitu Abu Bakar dan Umar, merupakan Stempel yang diberikan oleh Syiah rafidhoh. Dan menyimpulkan seluruh umat Islam yang mencintainya dari zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sampai zaman sekarang masuk dalam kategori kafir dan berhak dimasukkan ke neraka. Merupakan sebuah keyakinan yang melekat dan tertulis di dalam benak mereka dengan satu tujuan memisahkan umat Islam dari ajaran-ajaran sahabat-sahabat nabi tersebut.

Di samping menghukumi keduanya juga menghukumi istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana sebelumnya yaitu Siti Aisyah dan Hafshah tidak lepas dari target pengucilan dan mengeluarkan mereka dari Ahlul Bait. Dengan berbagai fitnah dan teori-teori pendustaan menyebarkan hoax kepada seluruh umat Islam lewat tulisan-tulisan artikel ataupun kitab, supaya keimanan mereka menerima para sahabat nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menjadi pudar dan hanya mengikuti keyakinan Syiah.

Tuduhan-tuduhan tidak beradab dan tidak bermoral serta tidak berakhlak ini banyak memenuhi ruangan media sosial, padahal apa yang mereka lakukan dan mereka tuduhkan hanyalah politik alih kekuasaan dari sunni Syiah belaka.

Ambisi memang sangat tinggi menuntut sunni agar tunduk kepadanya merupakan bagian dari kekecewaan yang tertuang di negeri Persia waktu itu


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: