Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Teheran – Berpidato di hadapan para akademisi negara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendorong para ilmuwan muda Iran untuk “melihat ke Timur.”

Khamenei berbicara tentang keharusan memiliki hubungan ilmiah dengan negara-negara yang bergerak ke arah pertumbuhan. “Negara-negara ini terutama di Asia,” katanya pada Rabu (17/10/2018).

“Kita harus melihat Timur daripada Barat, karena melihat ke arah Barat dan Eropa hanya menawarkan penundaan dan pengurangan,” imbuhnya, seperti dikutip Al-Monitor.

Pidato ini dinilai memiliki konsekuensi politik. Setelah Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran, pemerintahan Presiden Hassan Rouhani telah melakukan lobby ke Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan dan mempertahankan hubungan ekonomi.

Banyak ilmuwan muda Iran secara historis memilih Amerika Serikat dan Eropa sebagai tujuan untuk melanjutkan studi akademis mereka. Sumber daya dan peluang keuangan di negara-negara Barat dan universitas telah memikat pemuda Iran selama beberapa dekade. Tetapi karena larangan perjalanan untuk orang Iran yang dibentuk pemerintahan Trump, mereka mungkin tidak punya pilihan selain melihat ke arah timur.

Doktrin membidik “timur” bukanlah hal baru bagi pejabat Iran, khususnya Khamenei dan mereka yang dekat dengannya. Ali Akbar Velayati, penasihat kebijakan luar negeri lama Khamenei, dalam beberapa bulan terakhir menganjurkan untuk fokus pada kemitraan “strategis” dengan Rusia dan Cina.

Rouhani mulai menjabat pada 2013 menjanjikan hubungan yang lebih baik dengan dunia, khususnya Barat. Tetapi karena kesepakatan nuklir, Iran mungkin tidak punya pilihan selain untuk melihat politik dan ekonomi timur, serta urusan ilmiah. Kiblat.net

0 komentar: