Breaking News
Loading...





Oleh Zulkarnain El Madury

Orang-orang Syiah memang sering jahil Ketika Melakukan telaah terhadap kitab Imam Bukhari, seolah Imam Bukhari dengan sengaja memasukkan orang-orang Syiah sebagaimana yang dikenal oleh umat Islam sekarang ini, terutama Syiah Iran sebagai sumber utama gerakan Syiah imamnya di seluruh dunia. Dengan kecerdikannya dan dengan sikap manipulatif menggambarkan orang-orang yang ada di dalam kitab Imam Bukhari adalah syiah seperti yang ada di Iran, tentu saja para centeng-centeng Syiah yang umumnya anak-anak muda Indonesia yang terbius dan dicuci otaknya, mereka sebagai misionaris Syiah beranggapan dengan penuh meyakinkan bahwa kualitas penganut Syiah yang menjadi Rawi Rawi hadits Imam Bukhari kualitasnya sama dengan orang sial sekarang ini. Padahal mereka sangat jauh berbeda dengan Tudingan mereka sendiri bila dibandingkan dengan orang-orang Syiah sebagai perawi hadits Imam Bukhari dan orang-orang Syiah yang menjadi centeng Iran. Sebagaimana ditulis dalam Kitab Ibnu Hajar asqalani dan Imam az-zahabi.

Ibnu Hajar asqalani menguraikan di dalam kitabnya sebagai berikut :

1. _Syiah = mencintai Ali RA, tapi menganggap Abu Bakar RA & Umar RA lebih tinggi darinya._

2. _Syiah Ghulat/Ekstrim atau Rafidhi = mencintai Ali RA & menempatkannya di atas Abu Bakar RA & Umar RA_

3. _Rafidhi Ghulat/Ekstrim = mencintai Ali RA tapi juga mencaci & membenci Abu Bakar RA & Umar RA_

Imam ad-Dzahabi menulis di Mizan al-I`tidal:

Syiah Ghali (Ghulat) di jaman para salaf dan menurut pemahaman mereka saat itu adalah mereka yang mengkritik Usman dan Zubair dan Talhah dan Mu`awiyah dan kelompok yang memerangi Ali, mungkin juga mereka mengecamnya.
Dan Syiah Ghali di jaman kita dan menurut pemahaman kita, adalah mereka yang mengkafirkan orang-orang mulia itu dan juga berlepas dari Shaykhayn [Abu Bakar RA & Umar RA], mereka adalah kelompok yang sesat yang menyedihkan

Imam ad-Dzahabi ketika berkomentar tentang al-Hakim al-Naysapuri, berkata:

Ketidaksukaannya kepada lawan `Ali sudah jelas, tapi dia selalu bicara tentang kebesaran Shaykhayn [Abu Bakar & Umar], jadi dia adalah Syiah tapi bukan Rafidhi

Definisi Syiah menurut Imam ad-Dzahabi:
*Syiah* = orang yang tidak suka kepada lawan Ali RA, namun tidak menghina atau membenci Abu Bakar RA & Umar RA, bahkan bicara tentang kebesaran mereka
-
*Syiah Ghulat atau Rafidhi* = orang yang menghina & membenci Abu Bakar RA & Umar RA, bahkan mengkafirkan mereka.

Dengan keterangan dari Imam Ibnu Hajar al-asqalani dan Imam az-zahabi, makin nyata kepada kita bawa Syiah Yang tidak henti-hentinya melontarkan tuduhan membabi buta kepada istri-istri Rasulullah sebagai pelacur pelacur yang mendampingi Rasulullah dan melemparkan ujaran kebencian terhadap sahabat Rasulullah bukan lah Syiah Rafidhah sebagaimana muncul dan besar di Iran bukan lagi menempatkan Ali sebagai dasar menjadi Syiah, tetapi menempatkan Husein lebih dari segalanya hingga sebutan namanya pun melebihi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Jadi kalau ada Syiah ghulat, pemikiran dan wujud Syiah yang diimpor dari Iran oleh para pecandu nya adalah rofidhoh ghulat, sehingga Bukan Ali lagi yang dijadikan tolak ukur Syiah tetapi menempatkan Husen sebagai dasar utama menjadi Syiah.

Dari kaum laki-lakinya biasanya menggunakan ikat kepala bertuliskan ya Husein sedangkan wanitanya biasa menggunakan ikat kepala az-zahra, tak ada di dalam kehidupan mereka yang mengagungkan Ali sebagaimana mengagungkan Husein, bagi Syiah rofidhoh yang berawal dari Iran ini baru bisa disebut Syiah jika melebihkan Husen dari segalanya.


Sedangkan perawi-perawi Hadits di dalam kitab Imam Bukhari adalah Syiah yang mencintai Ali bin Abi Tholib di atas Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhuma. Bukan tidak menyukai Abu Bakar dan Umar. Sedangkan rofidhoh gulat menolak dan memaki Abu Bakar dan Umar sebagai khalifah, menempatkan Ali hanya sebagai pewaris tunggal dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan belakangan Husenlah yang mendominasi ideologi sial dalam segala hal. Hasan pun tak diakui sebagaimana Husein yang dipuja-puja hanya karena beristri seorang budak Persia, hingga semua Syiah yang ada di Indonesia bermakmum ke Iran, menjadi kiblat utama umat syiah di seluruh dunia.

0 komentar: