Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Arab Saudi membantah telah mendukung orang-orang bersenjata yang menewaskan 25 orang di parade militer di Iran barat daya selama akhir pekan, hampir setengah dari mereka anggota Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran (IRGC), kantor berita Saudi melaporkan pada hari Selasa (25/92018).

"Arab Saudi menolak dan mengutuk tuduhan palsu yang telah dilakukan para pejabat Iran tentang Arab Saudi mendukung peristiwa yang terjadi di Iran Sabtu lalu," SPA mengutip seorang pejabat kementerian luar negeri yang mengatakan.

Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ayatola Ali Kamenei mengatakan pada hari Senin bahwa para penyerang dibayar oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dan berjanji bahwa Republik Syi'ah tersebut akan "menghukum berat" orang-orang di belakang serangan itu.

Wakil kepala IRGC juga menuduh Amerika Serikat dan Israel terlibat dan mengatakan mereka harus mengharapkan tanggapan yang menghancurkan.

Arab Saudi dan Iran yang saling bersaing, keduanya kekuatan-super minyak, melancarkan perang untuk pengaruh di Timur Tengah, mendukung pihak yang berseberangan dalam konflik di Suriah, Yaman, Irak dan Libanon.

Pada hari Sabtu, orang-orang bersenjata menembaki stan pengamat di Ahvaz di mana para pejabat berkumpul untuk menyaksikan pawai tahunan menandai dimulainya perang tahun 1980-1988 Iran dengan Irak.

Ahvaz National Resistance, sebuah gerakan oposisi etnis Arab Iran yang mencari sebuah negara terpisah di provinsi Khuzestan yang kaya minyak, dan Islamic State keduanya mengaku bertanggung jawab, tanpa memberikan bukti.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis pada hari Senin menepis ancaman Teheran, dan seorang pejabat senior UEA sebelumnya telah membantah tuduhan tersebut. Voa-islam.c.om

0 komentar: