Breaking News
Loading...




Oleh Zulkarnain El Madury

Tulisan ini diilhami oleh sebuah artikel berbaha 8sa Inggris yang berjudul " hubungan budaya antara Kristen dan Islam Syiah"

Cultural relations between christianity and  She'i Islam, hubungan budaya antara kekristenan dan Islam Syiah, sebuah makalah yang dipresentasikan khusus mengangkat adanya keyakinan Syiah dan keyakinan yang tidak berbeda dengan keyakinan Kristen dalam banyak hal. Disebutkan bahwa hubungan budaya antara Syiah dan Kristen sudah cukup tua

Muhammad bin Ali bin Babwayh Al Qummy yang mendapat julukan as Shaduq  telah mencatat hubungan yang akrab antara keyakinan dan budaya Syiah dengan kekristenan. Bahkan Ali bin Abi Tholib Imam pertama Asia telah meriwayatkan gaya pertapaan kehidupan Kristus dalam satu hot banyak yang ditulis di dalam kitab nahjul Balaghah halaman 160, dan setelah Ali bin Abi Tholib abad ke-2 Imam assidiq telah mengutip khotbah Yesus seperti yang ditemukan persis dalam kitab Matius sambil menyampaikan nasihat Nya kepada Abdullah bin janda dalam perjanjian baru buku Matius bab 6 ayat 2 3 6 7 16 dan 18

Menunjukkan bahwa keakraban agama Syiah dan agama Kristen merupakan 2 budaya yang sama-sama mengikuti keyakinan sebelumnya dari agama Mitra yang dibawa oleh Dewa Mitra sebagai pencetus agama 12 Imam pertama kali versi Persia yang sekarang bernama.

 Kitab-kitab Syiah yang banyak memuat ajaran Yesus adalah seperti kitab Al Bayan wa altabin yang ditulis oleh Al jahiz di abad ke-4 juga Muhammad Hasan bin Ali bin al-husain bin Subah Al Haroni dalam kitab nya tuhfah Al uqul Al Alad terlalu banyak mengutip perkataan Injil sebagai landasan orang-orang beragama Syiah.

Di dalam Kitab yang disusun tersebut terdiri dari kitab Matius 1 sampai 7 14-17 44 sampai 45 dalam Bab 5, juga ayat 12-19 24 30 dalam bab 6

Jelas sekali bahwa agama Syiah itu sangat akrab dengan dunia Kristen bukan agama Ahlul Bait sebagaimana yang didengung-dengungkan oleh orang sia selama ini. Di dalam khotbah yang ke 159 di dalam kitab nahjul Balaghah yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Tholib disebutkan oleh Ali bin Abi Tholib sebagai berikut

Nabi Isa alaihissalam membaringkan kepalanya di atas batu mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan kasar mengambil makanan keras, diet utamanya adalah dan di malam hari, bulan memberikan cahayanya Selama musim dingin bisa tidur di bawah matahari. Pada waktu matahari bersinar ataupun terbenam.....

Tulisan di atas menunjukkan bahwa nahjul Balaghah itu adalah tulisan-tulisan yang berbau kekristenan dan tentu saja dampaknya terhadap keyakinan Syiah  sangatlah luas. Karena kitab-kitab yang ditulis tersebut menjadi landasan agama Syiah dan tokoh-tokohnya di dalam mendakwahkan keyakinan sia kepada umat Islam.

Terlalu banyak tulisan-tulisan orang-orang Syiah dari kalangan tokoh-tokoh yang menjadikan perjanjian baru sebagai sumber tulisan-tulisan mereka di dalam memasyarakatkan agama Syiah kepada umat Islam. Tidak sedikit dari para ulama Syiah yang terperosok ke dalamnya atau masih dengan keyakinan lamanya dan ditetapkan sebagai kitab cara ber agama Syiah  yang dianut sampai sekarang ini.

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk informasi kepada umat Islam agar lebih mengetahui keakraban keyakinan Syiah  dengan Kristen terbukti dengan banyak ayat-ayat di dalam agama Syiah yang merujuk kepada kitab Perjanjian Baru sebagai landasan keyakinan.

 dalam episode tulisan berikutnya akan dipaparkan secara lengkap bagaimana kitab-kitab diluar Syiah mempengaruhi agama Syiah yang menjadi lebih besar ketika agama Syiah ada di Persia.

0 komentar: