Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Ketua Ormas Pembela Ahlus Sunnah (PAS), Ustaz Muhammad Roinul Balad mengungkap fakta tentang adanya unsur pelecehan oleh syiah dalam acara Idul Ghadir maupun Asyura, baik secara terang-terangan ataupun secara terselubung terhadap Istri Nabi dan Sahabat Nabi SAW.
Syiah melaksanakan peringatan Hari Asyura, di Medan, Sumut, Kamis (14/11).

Terlebih, kata Ustaz Roin, jika acara-acara Syiah tersebut dipaksakan untuk digelar, tentu akan memicu konflik SARA.

“Jika acara-acara tersebut diadakan, mengundang banyak orang, ini memancing konflik yang sangat besar. Contohlah kasus Sampang, Madura, kan sudah jelas, karena mereka memaksakan, ingin melakukan ritual-ritual itu akhirnya justru memancing konflik SARA yang selama ini berusaha kita redam agar tidak terjadi konflik SARA tersebut." terangnya sebagaimana dilansir Jurnalislam.com, (13/9/18).

Untuk mengantisipasi perayaan-perayaan yang akan digelar oleh Syiah, Ustaz Roin meminta aparat dan segenap elemen pemerintahan untuk ikut berperan menghadang kegiatan tersebut. Karena sudah jelas ada penistaan terhadap agama Islam.

“Di lapangan, kami terus memantau Asyuro ini sambil berkoordinasi dengan aparat agar tidak memberikan izin. Karena jelas, ada potensi pelecehan terhadap istri Nabi dan sahabat Nabi,baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi,” tegas dia. (albert/syiahindonesia.com)

0 komentar: