Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Ghouta Timur – Pasukan rezim Suriah Bashar Assad mengambil alih kota terbesar di Ghouta Timur setelah menewaskan lebih 1.000 orang dalam tiga pekan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah merebut kota Mesraba, 10 km sebelah timur Damaskus

“Ghouta Timur telah dibagi menjadi tiga bagian – Douma dan sekitarnya, Harasta di barat, dan sisanya di kota-kota di selatan,” ungkap SOHR seperti dikutip Al-Jazeera, Sabtu (10/03/2018).

Televisi rezim Suriah melaporkan sebelumnya bahwa pasukan semakin melakukan serangan intensif di bagian tengah Ghouta Timur. Sementara para aktivis oposisi juga melaporkan bahwa jalan yang menghubungkan kota-kota dihujani oleh tembakan pasukan Assad.

“Serangan terbaru rezim Assad terhadap Ghouta Timur, yang dimulai pada 18 Februari, telah menewaskan 1.002 orang. Angka tersebut mencakup 215 anak dan 145 wanita,” kata SOHR.

Masyarakat Medis Suriah Amerika (SAMS) mengatakan bahwa setidaknya 49 orang, termasuk 14 perempuan dan 10 anak tewas pada hari Jumat, dan 200 lainnya terluka.

Rusia dan Bashar Assad mengklaim bahwa kampanye militer itu untuk mengakhiri pemberontakan di daerah tersebut.

Badan-badan bantuan telah berjuang untuk memberikan bantuan ke daerah kantong yang terkepung. Namun, kebutuhan yang disalurkan tidak mencukupi.

Pejuang Haiah Tahrir Syam Dievakuasi ke Idlib

Sebagai langkah mengejutkan, faksi oposisi utama di Ghouta Timur, Jaisyul Islam telah mengevakuasi pejuang Haiah Tahrir Syam (HTS) pada hari Jumat. Evakuasi terjadi saat pasukan Assad mengintensifkan operasi di bagian tengah kota Damaskus yang terkepung.

Menurut media rezim Suriah, 13 pejuang dievakuasi bersama keluarga mereka melalui jalur al-Wafeedin yang terhubung dengan provinsi Idlib. Evakuasi dilakukan setelah Jaisyul Islam berhasil melobi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa entitas internasional, selain anggota masyarakat sipil.

Ghouta Timur, yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 orang, dikepung oleh pemerintah sejak kelompok oposisi bersenjata menguasainya pada pertengahan 2013. Kiblat.net

0 komentar: