Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Persatuan Bangsa-Bangsa telah meminta sebulan penuh genjatan senjata di seluruh Suriah agar dapat bisa menyalurkan bantuan dan evakuasi medis, tetapi tidak berhasil.

Badan pemberdayaan anak PBB, UNICEF, merilis sebuah “pernyataan” kosong pada Selasa untuk menyampaikan kemarahannya terkait korban massal dari anak-anak Suriah di Ghouta Timur dan wilayah-wilayah dekat Damaskus.

“Tidak ada kata yang pantas terkait anak-anak yang terbunuh, ibu-ibu mereka, ayah-ayah mereka dan orang yang mereka cintai,” pernyataan dari direktur regional UNICEF Geert Cappalaera memulai.

Diikuti dengan 10 garis kosong dengan tanda kutip menunjukkan kata-kata yang hilang, dan catatan penjelasan.

“UNICEF mengeluarkan pernyataan kosong ini. Kami tidak lagi mempunyai kata-kata untuk menjelaskan penderitaan anak-anak dan kemarahan kami,” katanya.

“Apakah orang-orang yang menimbulkan penderitaan ini masih memiliki kata-kata untuk membenarkan aksi barbar mereka?”*/Nashirul Haq AR Hidayatullah.com

0 komentar: