Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Protes yang dimulai akibat kondisi ekonomi dan korupsi telah berubah menjadi politis.

Slogan-slogan diteriakkan menentang bukan hanya kepada Rouhani tapi juga Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan peraturan keagamaan pada umumnya.

Para demonstran dilaporkan meneriakkan slogan-slogan seperti "Rakyat mengemis, ulama bertindak seperti Tuhan". Protes bahkan berlangsung di Qom, kota suci bagi ulama-ulama yang berkuasa.

Ada juga kemarahan atas intervensi Iran di luar negeri. Di Masyhad, beberapa orang meneriakkan "bukan Gaza, bukan Lebanon, hidupku untuk Iran", sebagai referensi bahwa yang menjadi fokus pemerintah adalah isu-isu luar negeri bukannya masalah domestik.

Demonstran lain meneriakkan "tinggalkan Suriah, pikirkan kami" dalam beberapa video yang diunggah di internet. Iran adalah pendukung militer utama bagi pemerintah Bashar al-Assad di Suriah.

Pemerintah Iran juga dituduh menyuplai senjata kepada pemberontak Houthi yang memerangi koalisi pimpinan Saudi di Yaman, namun disangkal Teheran. Mereka juga merupakan sekutu gerakan Syiah Libanon yang kuat, Hizbullah.

Kantor berita Iran Fars, yang dekat dengan satuan keamanan Garda Revolusi yang elit dan berkuasa, melaporkan bahwa banyak demonstran yang turun ke jalan akibat isu ekonomi memutuskan untuk meninggalkan demonstrasi begitu yang lain meneriakkan slogan-slogan politik.

Presiden Rouhani menjanjikan kesepakatan nuklir 2015 yang ditandatangani Iran dengan negara berkuasa di dunia akan meningkatkan kondisi ekonomi. Namun meski dengan dicabutnya sanksi internasional, tingkat pengangguran sebesar 12,4%. BBC Indonesia

0 komentar: