Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Makassar -- Diskusi Ilmiah Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang bertajuk "Syiah dalam Kajian"  berlangsung alot.

Pasalnya, diskusi yang berlangsung sejak pukul 9:30 hingga 13:00 siang hari ini, Ahad (21/01/2018) menuai banyak pro kontra terkait eksistensi Syiah yang dinilai berbahaya bagi ummat Muslim.

Serbuan pertanyaan pun mewarnai diskusi yang dipandu Prof Hamdan Juhanis, dengan tiga pemateri yang dihadirkan. Yakni Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof DR H Ahmad Sewang membahas Syiah dalam sejarah, Pengurus MUI Pusat Prof DR H Muhammad Harun membahas Identitas Pendidikan Syiah di Indonesia, dan Pengurus MUI Sulsel Prof DR Muhammad Galib membahas Syiah dan Ukhuwah Islamiah.

Forum yang diikuti kalangan dai, civitas akademik UMI, mahasiswa, ormas, dan profesor itu dicerca berbagai pertanyaan dan bukti-bukti keberadaan ajaran Syiah khususnya di Sulsel.

Seperti pernyataan Kepala Laboratorium Teknik Kimia UMI, DR Andi Aladdin menyayangkan adanya masyarakat yang menerima keberadaan Syiah. Terlebih materi yang sempat dipaparkan di hadapan peserta hanya mengulas pandangan tokoh yang pro terhadap Syiah.

"Padahal, banyak pula ulama yang menentang ajaran ini, tidak hanya itu empat madzhab yang kita ketahui yakni Maliki, hafani, Safawi, dan Hambali juga tidak tidak menerima Syiah, mengapa itu tidak diulas," tanyanya yang dilayangkan kepada pemateri dan panitia dalam diskusi yang berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran UMI, Jl Urip Sumoharjo, Ahad (21/1/2018)

Sebelumnya, ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam, KH Said Samad juga menegaskan, Syiah berpotensi mengancam keutuhan NKRI.

"Saya membawa makalah dan daftar rujukan mengapa Syiah berbahaya, jelas-jelas mereka melaknat Abu Bakar, melaknat Umar dan sahabat Rasulullah lainnya, dan Syiah ini sudah menyebar melalui institusi pendidikan," bebernya. Harianamanah.com

0 komentar: