Breaking News
Loading...

Syaihindonesia.com - “Kita harus terus bergerak dan berupaya mempersempit ruang gerak kaum Syiah. Generasi kita, bahwa negara kita saat ini sangat terancam dengan eksistensi Syiah,” tegas Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Sulawesi Selatan, Ustad Farid Ma’ruf Nur saat membawakan kajian spesial bertema “Syiah Bukan Islam” di Masjid Jami Al-Muhajirin, Perumahan Hasanuddin, Palantikang, Kabupaten Gowa, Kamis (26/10).
Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Sulawesi Selatan, Ustad Farid Ma’ruf Nur (kiri).

Seperti di Kabupaten Gowa, Ustad Farid menyebutkan pengikut Syiah juga sangat banyak. Jumlahnya mencapai ratusan orang, lansir Harianamanah.com, (30/10/17).

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) Indonesia Timur, KH M Said Abdul Samad, menyampaikan apresiasi kepada DPRD Sulawesi Selatan atas rencana mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas persoalan Syiah, terutama yang menyangkut doa-doa penghinaan kepada para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam.

Apalagi kasus itu juga telah diselidiki Polrestabes Makassar setelah LPPI Indonesia memasukkan laporan pada pekan lalu. (albert/syiahindonesia.com)

0 komentar: