Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Semarang - Asyura yang dilakukan penganut Syiah kembali mendapat penolakan di Semarang Jawa Tengah. Acara yang digelar di UTC Hotel, Jalan Sampangan, Semarang, tersebut dijaga ketat kepolisian karena ada ratusan pihak kontra yang datang dan berunjukrasa.
Ilustrasi polisi melakukan penjagaan. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Massa yang mengatasnamakan Forum Umat Islam itu mendatangi lokasi acara dengan jumlah massa sekitar 500 orang. Namun mereka dihadang petugas kepolisian agar tidak masuk ke kawasan UTC Hotel. Mereka kemudian melakukan unjuk rasa dan berorasi.

Kapolrestabes Semarang, Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji, turun langsung untuk mengamankan situasi. Abiyoso mengatakan ada 970 personel kepolisian yang turun untuk mengamankan kedua belah pihak.

"Kami menjaga agar tidak bentrok. Dari sisi Syiah kami lindungi, dari yang demo juga kami lindungi dan semuanya memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan masing-masing," kata Abiyoso.

Sementara itu panitia Asyura, Husein Ridho, mengatakan pihaknya tidak menanggapi serius aksi massa yang kontra karena ia menilai aksi tersebut bentuk intoleransi. Penganut Syiah juga tidak khawatir acaranya gagal dilaksanakan karena sudah dijaga kepolisian.

"Kami tanggapinya tidak terlalu serius, tidak jadi momok, semua kami serahkan ke kepolisian," kata Husein.

Terkait izin, Husein menegaskan pihaknya sudah mengurus semuanya hingga izin dikeluarkan. Menurutnya acara yang diselenggarakan pun tidak melanggar bahkan mengangkat tema nasionalisme juga.

"Ini acara pengajian dalam rangka memperingati wafatnya cucu Nabi. Kami sengaja di hari Kesaktian Pancasila ini juga angkat tema kenegaraan dan nasionalisme dan perjuangan Syaidina Husain memperjuangkan Islam," pungkasnya. Detik

0 komentar: