Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Dahulu, seorang rafidhi khabits, Ibnu muthahhar al-hulli menulis sebuah kitab yang berisi kesesatan dan diberikan judul atas buku sesatnya tersebut : Minhajul Karamah fi itsbatil Imamah. Buku sesat yang mendeskripsikan ahlus sunnah sebagai seke nashibi, baper yang dibuat-buat oleh si penulis kitab tersebut.

Kemudian Allah bangkitkan seorang alim yang sangat luar biasa keilmuannya, yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahmatullah ‘alaihi untuk membantah buku sesat tersebut, dan beliau bantah dengan bantahan yang sangat dahsyat sehingga luluh lantak lah segala syubhat kaum Syi’ah rafidhah dalam berjilid-jilid kitab, yang beliau berikan judul Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah fi Naqdli Kalamisy Syi’ah wal Qadariyah. Beliau juga menamakan kitab syi’ah sesat tersebut dengan plesetan minhajun nadaamah, iya…. hanya orang-orang yang akan menyesal yang menulis dan membenarkan kitab tersebut.

Maka sah saja bagi anda untuk menyanggah sebuah risalah atau sebuah kitab kemudian anda plesetkan ke makna yg jelek agar kaum muslimin terhindar dari kekeliruan kitab tersebut dan juga bukan dalam rangka mengolok-olok. Dan yang terlebih penting ialah anda menyanggah kekeliruan buku tersebut dalam bentuk tulisan ilmiah dan penuh hikmah, sebagaimana Ibnu Taimiyah dan ulama lainnya. Bukan sekadar olok-olok semata yang merupakan ciri khas kaum rendahan dari masa ke masa.

Barakalllah fikum

Via FB Abu Hanifah Jandriadi Yasin – 28 September pukul 20:14 · Kota Bekasi, West Java

0 komentar: