Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Makassar -- Berbagai mekanisme yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Bagian Timur Indonesia untuk memutus mata rantai perkembangan Syiah di Sulsel khususnya di Makassar. Salah satunya menghubungi seluruh pemegang kekuasaan di setiap sektor mulai dari pemerintahan, aparat keamanan, ulama-ulama hingga anggota dewan.
Ketua LPPI Bagian Timur Indonesia, K.H. Said Abdul Samad. Amanah/Chaerani

Ketua LPPI Bagian Timur Indonesia, K.H. Said Abdul Samad mengatakan, pihaknya telah mengunjungi Wali Kota Makassar, Mohamad Ramadhan Pomanto dan Polrestabes Makassar, untuk mengadukan kesesatan Syiah. 

"Dari laporan kami, Wali Kota kaget dan sangat kecewa. Beliau akan menangani kasus tersebut sesuai aturan," kata Said, Selasa (10/10/2017).

Dia juga meminta ketegasan pemerintah agar tidak memberi ruang gerak kepada kaum Syiah dalam menyebarluaskan ajaran sesatnya. Menurut dia, dampak yang dapat terjadi jika ajaran Syiah terus berkembang adalah penyesatan bagi kaum Muslim di Makassar serta konflik antara Muslim Sunni dan Syiah.

Said mengatakan, pihaknya juga akan menyurat kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar persoalan doa kesesatan Syiah yang ditemukan agar secepatnya ditangani. Begitupun ke DPRD Makassar dan Sulsel pihaknya akam melakukan audience.

"Minggu ini kami harapkan sudah terealisasi dengan baik. Semoga Allah Ta'ala memberikan kita doa dan kesehatan dalam membela kebenaran," ujar dia.

Laporan: Chaerani/Wartawan Harian  Amanah Makassar, Sulsel. Harianamanah

0 komentar: