Breaking News
Loading...

Oleh Zulkarnain elmadury

Siapa sangka darah yang mengalir dari Yazdagard III akan berbuah janin sesuai keinginan kakeknya, ternyata bukan bual belaka. Kemenangan Umar mengalahkan, merebut dan menundukkan Persia memang membuahkan hasil mencengangkan ahli sejarah manapun. Sebab Persia adalah kerajaan yang pengaruhnya luas, mampu menaklukkan negara manapun di dunia. Dunia  dan seiisinya hampir seluruhnya di bawa kekuasaannya. Namun Islam yang direndahkan sebagai agama badui, bangsa arab yang dinista sebagai bangsa budak, di bawa naungan khilafah Umar dan bala tentaranya yang kuat meskipun tidak pernah berhenti direndahkan dengan tembang tembang caci maki oleh Persia kala itu, ternyata mampu menancapkan Panji Syahadat Laailaha Illallaah. 





Tetapi dendam seorang pemimpin dunia yang mampu menaklukkan lintas Negara tidak terelakkan amarahnya karena dipaksa harus tunduk dibawa naungan Bangsa yang tak pernah ada pada peta sejarah sebelumnya, hanya sebuah oretan anggapan tentang bangsa Arab yang rendah, pergaulannya liar, dan peradabannya suram yang tidak pernah membuat gentar Persia, dan dada Kesra yang bergemuruh dengan kesombongan sambil tak henti mendabik dadah, seperti Rustum panglima Panglima Perang Persia yang tanpa tanding. Lalu mereka harus tersungkur, kerajaannya harus jatuh ketangan Islam, hingga Kesra mereka yang sepeti dewa bagi rakyat Persia harus menyerahkan kursinya, anak anaknya harus menjadi tahanan, mereka harus merangkak dan mengemis mohon ampunan dan kebebasan Pemerintahan Islam yang dipandang sebelah mata.  

Apa mungkin Negara Empayer seperti Persia rela hilang dari Peta Sejarah, tidak lagi menjadi  mitos dalam sejarah, kultus pendewaan tiba tiba sirna ? Jelas tidaklah mungkin, ribuan tahun berkuasa dan melukis dunia dengan berbagai mitos kultusnya, tiba tiba harus jadi barang rongsokan yang dicampakkan orang di tong sampah. Sudah pasti Yazdagard tidak rela Persia hilang begitu saja dari Peta sejarah, Persia harus ada sekalipun tidak bernama Persia, darah Yazdagard harus mengalir terus lewat pewaris tahtanya, lewat keturunannya  yang berdarah Persia.

Syahrubanu salah satu putri Raja Yazdagard yang menjadi tahanan Islam, menurut sejarah disunting oleh Husein sebagai calon istrinya, namun tidak ada sejarah yang tahu apakah istri Husein itu Muslim  atau tidak, belum didapat ketentuan pasti sejarah kalau anak Yazdagard itu memeluk Islam, sejarah hanya menulis kalau Syahrubanu (Jihan Syah) adalah putri Yazdagard nikah dengan Husein, entah apa mengunakan sistem hukum perang dalam pernikahan, tidaklah ada sejarah yang merinci secara pasti.

Tetapi Yazdagard dalam sumpahnya menjelang jatuhnya pemerintahannya " bahwa darahnya yang mengalir dengan penuh dendam akan menyematkan seorang yang melanjutkan dendamnya, menuntut  kekuasaannya kembali, dari salah satu putranya" . Fakta itu itu tertulis dalam Kitab Bihar Al Anwar yang secara gamblang menerangkan dendam Yazdagard akan diwarisi oleh salah satu keturunannya. Karena dimata orang orang Persia Yazdagard adalah titisan dewa, ucapannya pasti terjadi, inilah yang menjadi ujung tolak kitab Bihar Al Anwar menulis asal usul Ahlul Bait dari keturunan husein harus berkuasa, demi terwujudnya dendam kusumat Yazdagard, Kesra Persia yang harus menanggung sedih dan malu hingga terkubur ditanah

0 komentar: