Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Kesepakatan gencatan Senjata yang berlaku sejak 30 Desember tahun lalu tampaknya kembali dilanggar rezim. Dalam lima hari belakangan, sedikitnya 39 sipil Suriah tewas akibat diterjang rudal yang jatuh di pusat keramaian.

Menurut informasi yang dirangkum Anadolu dari sumber-sumber pertahanan sipil, sedikitnya 39 warga sipil tewas akibat serangan rezim Suriah di wilayah yang dikuasai oposisi selama lima hari terakhir. Sedangkan terdapat 170 korban luka akibat serangan yang sama.

Beberapa hari menjelang perundingan Jenewa jilid 4, rezim Suriah dan sekutunya mengintensifkan serangan di tengah berlangsungnya gencatan senjata. Perundingan Jenewa jilid 4 akan digelar pada Kamis, 23 Februari di Jenewa, Swiss.

Pada Sabtu lalu, 17 sipil tewas akibat serangan rezim yang menggunakan ‘rudal phil’. Serangan menyasar para warga melakukan prosesi pemakaman korban yang tewas di hari sebelumnya. Serangan maut itu terjadi di daerah Harastana, Damaskus.

Sehari setelahnya, jet tempur rezim kembali beroperasi. Sedikitnya, 6 orang tewas akibat serangan jet tempur di kawasan pemukiman di Daraa selatan. Serangan udara rezim juga menyasar kota Mareet, Idlib. Serangan yang terjadi pada Selasa itu telah menewaskan tujuh warga sipil.

Rudal Phil adalah salah satu senjata yang paling kuat yang dihasilkan oleh pabrik senjata milik rezim. Ledakanya setara dengan dua kali ledakan bom barel yang digunakan di Helikopter.

Pada tanggal 30 Desember tahun lalu, gencatan senjata ditanda tangani oleh rezim dan oposisi. Kesepakatan ini dibawah jaminan Turki dan Rusia. Namun pihak rezim dikatahui kerap kali menyalahi kesepakatan dan tetap melakukan penyerangan. (kiblat)

0 comments: