Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, New York – Amerika Serikat kembali memasukkan dua komandan pejuang Suriah, yang disebut sebagai pejabat senior faksi Jabhah Fath Al-Syam yang saat ini telah melebur di bawah nama Ha’iah Tahrir Al-Syam, ke daftar sanksi.

Sanksi yang diumumkan oleh Departemen Keuangan AS pada Kamis (23/02) itu dijatuhkan pada Iyad Nazami Shalih Khalil. Dia, kata AS, merupakan orang nomor tiga di gerakan saat faksi tersebut masih bernama Jabhah Nusrah.

Khalil, kata AS, juga menjadi pemimpin untuk wilayah pesisir saat masih bernama Jabhah Nusrah. Dia dituding paling bertanggung jawab atas penjarahan peralatan tempur dan properti milik pasukan oposisi yang didanai AS.

Orang kedua beranama Basam Ahmad Al-Hashri. Dia dituding sebagai penghubung antara Jabhah Nusrah dan Organisasi Al-Qaidah pusat. Selain itu, dia menjabat pemimpin wilayah Daraa.

Sanksi ini dijatuhkan karena kedua orang tersebut masuk dalam daftar “teroris” AS.

“Dua orang ini merupakan pejaat senior Jabhah Nusrah dan “teroris” di Organisasi Al-Qaidah. Mereka memberi dukungan politik dan membimbing perkembangan Jabhah Nusrah dan perkembangan strateginya,” kata Direktur Departemen Keuangan AS, John Smith.

Seperti diketahui, Jabhah Nusrah yang berubah nama menjadi Jabhah Fath Al-Syam, yang kemudian melebur dengan faksi lain di bawah nama Hai’ah Tahrir Al-Syam, telah dimasukkan ke daftar kelompok “teroris” AS. Akan tetapi, AS saat ini kesulitan mendeteksi orang-orang dalam kelompok tersebut. Pasalnya, mereka telah melebur dengan kelompok yang pernah dianggao “moderat”. (kiblat)

0 comments: