Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Al-Khumaini yang dianggap sebagai marja' kaum Syi'ah telah mengatakan bahwa :

"Dan jelas seandainya Nabi Muhammad menyampaikan perkara imamah (kepemimpinan Ali) yang telah Allah perintahkan kepadanya untuk menyampaikan, niscaya tidak akan ada perpecahan, peperangan di negara-negara islam yang mana itu semua terjadi karena perbedaan ada pada dasar pokok agama" (Kitabnya Al-Khumaini "Kasyf Al-Asrar, hal 100)

"Seluruh Nabi datang dan diutus untuk menegakkan panji keadilan di dunia ini. Namun sayangnya mereka semua gagal dalam hal itu, bahkan Nabi Muhammad yang notabennya sebagai penutup para nabi, dan datang untuk memperbaiki keadaan manusia, serta menegakkan keadilan pun beliau gagal dalam perkara ini." (Khutbah yang disampaikan oleh Al-Khumaini dalam acara Peringatian Kelahiran Al-Mahdi pada tahun 1400 Hijriyah, dan lihat kitab Nahj Khumaini)

Komentar Kami (Ahlussunnah wal Jama'ah) :

Bagaimana bisa seorang yang dianggap berilmu, cendikiawan bahkan dianggap Majra' dalam agama, semaunya mengatakan bahwa Nabi Muhammad tidak menyampaikan apa yang diinginkan Allah (dalam hal ini kepemimpinan Ali menurut mereka). Jika Nabi tidak menyampaikan apa yang dikehendaki dan diperintahkan Allah, maka kehendak dan perintah siapa lagi yang diemban oleh Nabi? Ini adalah pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh Al-Khomaini. Namun setelah dia tidak mampu menjawab, dia mengatakan bahwa Nabi tidak menyembunyikan perintah Allah, namun Nabi gagal dalam hal ini. Mari berfikir dengan jernih. (qodisiyah)

0 komentar: