Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Milisi Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh terus mendorong pasukan mereka melakukan misi bunuh diri dalam pertempuran dengan pasukan Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin (28/11/2016).

Misalnya, pertempuran di wilayah Hajjah di timur laut Yaman, bentrokan terjadi di garis depan Midi-Hard selama 24 jam terakhir pada hari Ahad – dan milisi menderita banyak korban jiwa dan kerugian materialistis.

Menurut media center dari zona militer kelima, 22 milisi tewas dan 17 lainnya luka-luka dalam konfrontasi melawan pasukan tentara dan perlawanan yang didukung oleh koalisi Arab di timur laut Midi.

Sementara itu, di Hard, lebih dari 25 anggota milisi Houthi, termasuk komandan, tewas atau terluka setelah pasukan tentara menargetkan mereka selama pertemuan.

Koalisi menargetkan kamp milisi di peternakan al-Jar, barat distrik Abs di Hajjah, dan menewaskan 16 pemberontak serta melukai 17 lainnya. Jet tempur koalisi juga menargetkan bala bantuan milisi, pos dan gudang senjata di Hard dan Midi.

Di Taiz, milisi gagal mendapatkan kembali kontrol atas pos mereka yang hilang dalam beberapa hari terakhir meskipun Saleh terpaksa menurunkan pasukan elit dan istimewa.

Kegagalan milisi Syiah Houthi bisa dilihat di kerugian jiwa yang mereka derita di Taiz, khususnya di wilayah timur dan barat, saat tentara dan pasukan perlawanan selalu menghalangi serangan kekerasan milisi terutama di wilayah al-Maklkal dan sekitarnya serta Sala, di timur kota . (jurnalislam)

0 comments: