Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Amerika Serikat mengungkapkan keprihatinannya atas tewasnya pengikut Syiah akibat bentrok dengan polisi pekan lalu di kota Kano, Nigeria Utara. Bentrokan itu meletus saat polisi membubarkan kerumunan pengikut Syiah.

“Amerika Serikat prihatin atas tewasnya puluhan warga Nigeria dalam bentrok antara kerumunan pengikut Syiah dan polisi Nigeria di provinsi Kano,” demikian pernyataan Diplomat AS di Nigeria, seperti dilansir Reuters Arabic, Jumat (18/11).

Pernyataan itu menambahkan, keprihatinan kami karena pihak berwenang melakukan tindakan berlebihan. Seluruh pihak diminta menahan diri.

AS meminta pemerintah Nigeria melakukan penyelidikan dan mengadili setiap pihak yang bertanggung jawab melanggar undang-undang.

Polisi Nigeria mengatakan, sedikitnya sembilan pengikut Syiah tewas akibat peluru aparat dalam bentrok dengan pengikut Syiah yang ikut dalam parade keagamaan pada Senin lalu di Kano. Di sisi lain, pengikut Syiah mengklaim jumlah korban puluhan.

Perlu diketahui, meskipun minoritas, pengikut Syiah Nigeria beberapa waktu terakhir kerap memobilisasi pengikutnya untuk turun ke jalan. Aksi-aksi itu dilakukan bertepatan dengan hari keagamaan mereka.

Pihak berwenang Nigeria mengangap aksi itu mengancam kedamaian dan keamanan negara. Bahkan, beberapa bulan lalu, aksi massa Syiah sengaja digelar di jalan yang dilalui rombongan panglima militer.

Pihak berwenang pun berindak represif membubarkan massa Syiah dengan dalih berupaya menyerang panglima. Pemimpin tertinggi Syiah Nigeria ditangkap dalam bentrok itu.

Pengamat keamanan, seperti dilansi Reuters Arabic, menilai gerakan pengikut Syiah di Nigeria sama seperti Boko Haram. Ancaman yang ditimbulkan mereka pun sama dengan gerakan Sunni, yang belakangan baiat ke ISIS itu. (kiblat)

0 comments: