Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Polri saat ini tengah mewaspadai gerakan aliran syiah yang berpotensi muncul sebagai aliran radikal di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berbatasan dengan wilayah Poso Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Ini sudah dilakukan antisipasi di Polda (Sultra)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Agus Rianto di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (17/10/2016).

Agus mengatakan, Polri tengah memertimbangkan sejumlah masukan, termasuk fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait potensi keberadaan aliran syiah di Indonesia.

Diungkapkan Agus, keberadaan syiah tidak hanya di wilayah Sultra, namun bermunculan pada daerah lain di Indonesia.

Guna mengantisipasi muncul gerakan radikal maka pihak kepolisian perlu menggandeng pihak berkepentingan seperti kementerian agama, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama dan masyarakat bahkan mahasiswa perguruan tinggi.

Saat ini, Polri menggulirkan program deradikalisasi, antiradikalisasi dan kontra radikal pada sejumlah wilayah yang berpotensi keberadaan paham radikal di Indonesia.

Contohnya di wilayah Sulawesi Tenggara yang berbatasan dengan Poso, Sulawesi Tengah, beberapa provinsi di Pulau Sumatera yang berbatasan dengan negara lain.

Beberapa provinsi yang menggelar program deradikalisasi yakni Banten, Sultra, Sulteng, Sumatera Selatan dan Sulawesi Utara.

Deradikalisasi menyasar individu maupun kelompok yang pernah bergabung dengan jaringan radikal agar tidak kembali menjadi anggota paham aliran keras.

Sedangkan, antiradikalisasi dan kontra radikal merupakan program untuk menghindari individu atau seseorang terlibat paham aliran keras.

Sejauh ini, sembilan polda di seluruh Indonesia telah menggelar program deradikalisasi, antiradikalisasi dan kontra radikal bersama pemerintah daerah, kementerian agama, TNI, tokoh agama dan masyarakat, serta organisai pemuda. (put)

0 comments: