Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Mayoritas penganut Syiah di dunia pada hari ini adalah penganut Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah. Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah memiliki “khalifah” dan “khilafah” yaitu Republik Syiah Iran (di dunia internasional dikenal dengan nama palsu: Republik Islam Iran). Dengan kekuatan dana, politik, ekonomi, militer, dan media massanya; Republik Syiah Iran mengekspor ajaran Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah ke seluruh dunia. Hari ini mereka memiliki kuku-kuku kekuasaan yang sangat kuat di Irak, Lebanon, Pakistan, India, Bahrain, dan lain-lain. Syiah yang berkembang di Indonesia juga merupakan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah.

pengikut syiah di iran

Empat Kitab Pokok Pegangan Syiah

Untuk memahami hakekat Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah, kita harus mengkaji akidah kelompok ini terlebih dahulu. Pertama kali kita harus mengkaji keyakinan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah terhadap Al-Qur’an, sebab Al-Qur’an adalah dasar pertama dan sumber utama dari agama Islam.

Untuk mengetahui keyakinan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah terhadap Al-Qur’an, kita harus meneliti kitab-kitab induk yang menjadi pegangan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah dalam bidang tafsir dan hadits. Kita juga harus merujuk kepada riwayat-riwayat Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah sendiri, yang menurut mereka, diriwayatkan dengan jalur khusus Syiah sampai kepada imam-imam mereka yang ma’shum. Dengan demikian, kita bisa bersikap adil dan obyektif.

Riwayat-riwayat Syiah dari jalur semua perawi penganut Syiah yang bersambung sampai kepada 12 imam Syiah, menurut keyakinan penganut Syiah sendiri, terdapat dalam empat induk kitab Syiah, yaitu:

  1. Al-Kaafi karya Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (meninggal tahun 328 H). Di dalam kitab tersebut, Kulaini telah mencatat sebanyak 16.099 hadis beserta sanad-sanadnya. Kitab Al-Kaafi terdiri dari dua bagian pokok: Ushul Al-Kaafi dan Furu’ Al-Kaafi.
  2. Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih karya Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih al-Qumi, yang digelari ash-shaduq (meninggal tahun 381 H). Kitab ini memuat 9.044 hadis mengenai hukum-hukum menurut ajaran Syiah.
  3. Tahdzibu Al-Ahkam karya Muhammad bin Hasan ath-Thusi (meninggal tahun 460 H). Kitab ini memuat sebanyak 13.590 hadits Syiah.
  4. Al-Istibshar, juga merupakan karya Muhammad bin Hasan ath-Thusi. Kitab ini memuat 5.511 hadits Syiah.

Itulah pemaparan tentang sekte Syiah Rafidhah yang hari ini persebarannya mendunia karena didukung oleh Iran. Wallahu a’lam (kiblat)

0 comments: