Breaking News
Loading...

Ayatullah Ali Khamenei
Syiahindonesia.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mendesak umat Islam di dunia untuk mempertimbangkan kembali pengelolaan ibadah haji pada Pemerintah Arab Saudi. Khamenei menyebut keluarga Kerajaan Saudi mengubah diri jadi “setan” karena mempolitisasi ibadah haji.

Hujatan Khamenei itu disampaikan menjelang pelaksanaan ibadah haji. ”Karena perilaku menindas penguasa Saudi terhadap tamu Allah, dunia Islam harus mempertimbangkan kembali manajemen dari dua tempat suci dan masalah haji,” kata Khamenei dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di website resminya.

Menurutnya, keluarga Kerajaan Saudi sebagai penjaga situs suci Islam sudah mempolitisasi ibadah haji. ”Dan mengubah diri menjadi setan kecil dan lemah, gemetar, karena takut membahayakan kepentingan setan besar (Amerika Serikat),” lanjut Khamenei, seperti dikutip Al Araby, semalam (5/9/2016).

”Penguasa Saudi telah memblokir jalan dan jemaah Iran menuju rumah Tuhan,  itu adalah orang-orang malu dan sesat yang berpikir kelangsungan hidup mereka di atas takhta penindasan yang bergantung pada kekuatan arogan dunia, yang beraliansi dengan Zionisme dan Amerika Serikat dan pada pemenuhan tuntutan mereka,” lanjut Khamenei.

Khamenei juga mengkritik respons Saudi untuk insiden Mina pada musim haji tahun lalu yang dilaporkan menewaskan sekitar 2.300 jemaah asing, termasuk sekitar 464 jemaah asal Iran.

”Orang-orang Arab yang kejam dan kriminal mengunci orang luka dan sekarat dengan orang meninggal  dalam wadah tertutup rapat dan mereka martir,” imbuh Khamenei mengacu pada insiden Mina tahun lalu.

”Alih-alih meminta maaf dan menyesal, penguasa Saudi  dengan sangat memalukan menolak untuk mengizinkan pembentukan komite pencari fakta Islam internasional,” sambung Khamenei.

Musim haji tahun ini, menjadi yang pertama kalinya bagi jemaah Iran tidak berpartisipasi menjalankan ibadah tahunan itu dalam hampir tiga dekade terakhir.

Kedua negara telah memutuskan hubungan diplomatik pada bulan Januari lalu setelah Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah terkemuka dan memicu amuk massa yang menyerbu dan membakar kantor Duta Besar Saudi di Teheran.

Pemerintah Saudi belum berkomentar atas penghujatan yang disampaikan Khamenei. (mas/sindonews)

0 comments: