Breaking News
Loading...

Ulama Syiah Isa Qasem (Foto: alwefaq)
Syiahindonesia.com - Pihak berwenang Bahrain memutuskan untuk mencabut kewarganegaraan seorang ulama Syiah yang paling menonjol, Syaikh Isa Qassem atas tuduhan menciptakan lingkungan ekstrimis sektarian.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Bahrain Senin lalu (20/6). Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi, Isa dinyatakan telah menggunakan mimbar agama dengan urusan politik untuk melayani kepentingan asing dan mendorong sektarianisme dan kekerasan. Selain itu, ia juga menjalin kontak secara konstan dengan organisasi-organisasi luar dan pandangan yang memusuhi Kerajaan.

Dalam ceramah-ceramahnya, Isa memopulerkan sistem teokrasi, dan menekankan ketergantungan absolut terhadap ulama (wilayatul fakih) melalui pidato dan fatwanya. Tindakannya dianggap berlawanan dengan kepentingan tertinggi negara dan ketidakloyalan kepada pemerintah.

Keputusan itu muncul setelah penghentian aktivitas Lembaga Al-Wefaq Al-Islami organisasi Syiah terkemuka di Bahrain pada 14 Juni, dan didahului dengan penangkapan oposan dan aktivis HAM Nabeel Rajab.

Pimpinan lembaga Syaikh Ali Salman dihukum penjara setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan berkonspirasi melawan rezim dan menyebarkan hasutan dan kebencian sektarian.

Kerajaan Bahrain, yang diperintah oleh keluarga Sunni itu, telah menghadapi kerusuhan sporadis sejak penindasan gerakan protes pada bulan Februari 2011, di tengah-tengah peristiwa Musim Semi Arab. Protes dipimpin oleh mayoritas Syiah yang menuntut pendirian sebuah monarki konstitusional. (kiblat)

0 comments: