Syiahindonesia.com – Dalam panggung sejarah Islam, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA memegang posisi yang tak tertandingi sebagai manusia terbaik setelah para nabi dan rasul. Beliau adalah sahabat karib Rasulullah SAW, pendamping setia dalam peristiwa Hijrah, serta Khalifah pertama yang menyelamatkan keutuhan umat Islam pasca-wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Namun, dalam konstruksi teologi sekte Syi'ah Rafidhah, sosok Abu Bakar RA justru menjadi sasaran utama narasi kebencian dan kebohongan. Demi menegakkan doktrin Imamah (hak mutlak kepemimpinan Ali bin Abi Thalib RA), tradisi dan literatur Syiah secara sistematis membangun berbagai kedustaan untuk memunculkan citra buruk terhadap kehidupan dan jasa-jasa beliau.
1. Bentuk-Bentuk Kedustaan Syiah terhadap Abu Bakar RA
Berikut adalah beberapa narasi rekayasa dan fitnah yang sering dihembuskan oleh sekte Syiah mengenai kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA:
A. Tudingan Merampas Kekhalifahan di Saqifah Bani Sa'idah
Klaim Syiah: Syiah mengeklaim bahwa Abu Bakar RA melakukan kudeta politik dan konspirasi bersama Umar bin Al-Khattab RA untuk merampas hak kepemimpinan Ali bin Abi Thalib RA yang dituduhkan telah ditetapkan di Ghadir Khum.
Fakta Sejarah: Musyawarah di Saqifah Bani Sa'idah terjadi secara spontan untuk mencegah perpecahan antara kaum Anshar dan Muhajirin. Pengangkatan Abu Bakar RA dilakukan melalui baiat terbuka dan kerelaan mayoritas sahabat. Ali bin Abi Thalib RA sendiri pada akhirnya membaiat Abu Bakar RA dan menjadi penasihat utama beliau selama masa pemerintahannya.
B. Fitnah Penyerangan Rumah Fatimah Az-Zahra RA
Klaim Syiah: Literasi Syiah menyebarkan kisah rekaan bahwa Abu Bakar dan Umar RA memerintahkan penyerangan serta pembakaran rumah Fatimah RA, hingga menyebabkan pintu rumah mendobrak Fatimah dan menggugurkan kandungannya (Janin Muhsin).
Bantahan Kritis: Narasi dongeng ini adalah bentuk pelecehan terhadap keberanian Ali bin Abi Thalib RA. Sangat tidak rasional jika sosok pemberani seperti Ali RA diam saja membiarkan istrinya dianiaya. Kisah ini dibongkar oleh para ulama kritik sejarah sebagai riwayat buatan tanpa sanad shahih yang dibuat semata-mata untuk memantik emosi dan rasa benci.
C. Manipulasi Sengketa Tanah Fadak
Klaim Syiah: Abu Bakar RA dituduh berbuat zalim dan merampas tanah warisan Fadak dari Fatimah RA demi kepentingan pribadi atau motif politik untuk memiskinkan keluarga Ahlul Bait.
Fakta Syariat: Abu Bakar RA menjalankan sabda langsung dari Rasulullah SAW: "Kami para nabi tidak mewariskan, apa yang kami tinggalkan adalah sedekah." (HR. Bukhari & Muslim). Abu Bakar RA tidak mengambil sepeser pun dari hasil tanah Fadak untuk pribadi atau keluarganya, melainkan mengelolanya persis sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW untuk kemaslahatan fakir miskin. Bahkan ketika Ali bin Abi Thalib RA menjadi Khalifah kelak, beliau tidak mengubah status kelola tanah Fadak tersebut.
2. Kontras Antara Fitnah Syiah dan Kesaksian Al-Qur'an & Nabi
Kedustaan yang dibangun oleh Syiah terhadap Abu Bakar RA berbenturan langsung dengan penegasan dalam Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih:
Pujian dalam Al-Qur'an: Allah SWT meredhai para sahabat dari kaum Muhajirin dan Anshar (QS. At-Taubah: 100) dan mengabadikan peran Abu Bakar RA saat mendampingi Nabi di Gua Thawr: "Ketika dia berkata kepada sahabatnya: 'Janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita'." (QS. At-Taubah: 40).
Pengakuan Langsung dari Ali bin Abi Thalib RA: Dalam riwayat-riwayat yang diriwayatkan secara mutawatir, Ali bin Abi Thalib RA secara tegas menyatakan di atas mimbar: "Manusia terbaik di umat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, kemudian Umar." (HR. Ahmad dan Al-Bukhari).
3. Motivasional di Balik Narasi Kebencian Syiah
Mengapa sekte Syiah begitu gigih menyerang dan memfitnah Abu Bakar RA?
Mempertahankan Doktrin Imamah: Jika kehalalan dan keabsahan kepemimpinan Abu Bakar RA diakui, maka seluruh bangunan teologi Syiah tentang doktrin Imamah (bahwa memegang kekuasaan adalah rukun iman yang di-naskan) akan runtuh secara otomatis.
Meruntuhkan Kredibilitas Sumber Agama Islam: Abu Bakar RA adalah perantara utama yang menghimpun mushaf Al-Qur'an dan meriwayatkan ajaran Nabi. Dengan merusak nama baik beliau, Syiah berusaha mendiskreditkan keabsahan Al-Qur'an dan Sunnah yang dipegang oleh mayoritas umat Islam (Ahlussunnah).
Kesimpulan
Kedustaan sekte Syiah terhadap kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA merupakan bentuk distorsi sejarah yang lahir dari dorongan ideologis. Penafsiran yang dipaksakan dan penyebaran riwayat palsu tidak akan mampu mendistorsi fakta bahwa Abu Bakar RA adalah sosok yang dicintai oleh Rasulullah SAW, diakui keutamaannya oleh Ali bin Abi Thalib RA, serta diridhai oleh Allah SWT.
Bagi kaum muslimin Ahlussunnah wal Jama'ah, mencintai dan menghormati Abu Bakar RA serta seluruh sahabat Nabi adalah bagian integral dari keimanan yang harus terus dijaga.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: