Syiahindonesia.com - Dalam upaya merusak tatanan akidah Islam yang mapan, kelompok Syiah Rafidhah sering kali memunculkan doktrin-doktrin khurafat yang tidak memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an maupun Sunnah shahihah. Salah satu yang paling aneh dan menyesatkan adalah konsep Raj’ah. Secara bahasa, Raj’ah berarti "kembali". Dalam terminologi Syiah, ini adalah keyakinan bahwa sebelum datangnya hari kiamat, sejumlah orang yang telah mati akan dihidupkan kembali ke dunia. Meskipun terdengar seperti dongeng, doktrin ini memiliki muatan ideologis yang sangat berbahaya karena digunakan sebagai alat legitimasi dendam sejarah dan pengaburan makna hari pembalasan yang sebenarnya.
1. Landasan Dendam Sejarah terhadap Sahabat Nabi
Esensi dari doktrin Raj’ah dalam ajaran Syiah bukanlah tentang keadilan ilahi, melainkan tentang pelampiasan dendam. Mereka meyakini bahwa saat Imam Mahdi mereka (Imam ke-12) keluar dari persembunyiannya, ia akan menghidupkan kembali tokoh-tokoh yang paling mereka benci, terutama Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Tujuannya sangat keji: mereka mengklaim bahwa kedua sahabat mulia tersebut akan disiksa, disalib, dan dihukum berkali-kali oleh Imam Mahdi sebagai pembalasan atas "perampasan" kekhalifahan dari tangan Ali bin Abi Thalib. Keyakinan ini adalah bentuk penghinaan tertinggi terhadap para sahabat yang telah dijamin surga oleh Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa urusan pembalasan adalah hak mutlak Allah di hari kiamat, bukan ajang balas dendam di dunia sebelum kiamat.
2. Mengaburkan Konsep Hari Kiamat (Ma’ad)
Dalam Islam, hari kebangkitan adalah peristiwa tunggal yang terjadi setelah kehancuran alam semesta, di mana seluruh manusia dikumpulkan untuk dihisab. Allah SWT berfirman:
"Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan di hari kiamat." (QS. Al-Mu'minun: 15-16).
Dengan adanya konsep Raj’ah, Syiah menciptakan "kiamat kecil" atau "kebangkitan parsial" yang mendahului hari kiamat yang sebenarnya. Ini adalah bentuk penyesatan akidah yang merusak iman kepada hari akhir. Mereka seolah-olah menganggap bahwa keadilan Allah di hari kiamat nanti tidaklah cukup, sehingga perlu ada skenario "balas dendam duniawi" yang dipimpin oleh Imam mereka.
3. Bertentangan dengan Hakikat Kematian dalam Al-Qur'an
Al-Qur’an menegaskan bahwa orang yang sudah mati berada di alam Barzakh dan tidak akan kembali ke dunia hingga hari kebangkitan tiba. Allah SWT berfirman:
"... (orang kafir berkata): 'Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)'. ... Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mu'minun: 99-100).
Konsep Raj’ah secara terang-terangan mendustakan ayat ini. Syiah mengklaim dinding barzakh bisa ditembus demi ambisi politik dan dendam sejarah mereka. Ini menunjukkan bahwa doktrin Syiah dibangun di atas penentangan terhadap teks-teks sharih (jelas) dalam Al-Qur’an.
4. Alat untuk Menciptakan Fanatisme Buta
Doktrin Raj’ah digunakan oleh para mullah Syiah untuk mengikat pengikutnya dalam lingkaran fanatisme. Dengan menjanjikan bahwa pengikut Syiah yang setia juga akan dihidupkan kembali untuk melihat musuh-musuh mereka disiksa, mereka membangun mentalitas kelompok yang penuh kebencian.
Di Indonesia, pemahaman seperti ini sangat berbahaya bagi kerukunan bermasyarakat. Jika seseorang dididik untuk meyakini bahwa tetangganya yang Sunni adalah "musuh" yang layak disiksa dalam skenario Raj’ah, maka benih-benih radikalisme sektarian akan sangat mudah tumbuh.
Cara Membantah Syubhat Raj’ah
Untuk membentengi diri dan keluarga dari penyesatan ini, umat Islam perlu memahami fakta berikut:
Islam Tidak Mengenal Reinkarnasi atau Kebangkitan Sebelum Kiamat: Kebangkitan hanya terjadi sekali atas perintah Allah setelah tiupan sangkakala kedua.
Sahabat Nabi adalah Orang-Orang Mulia: Allah telah ridha kepada mereka (QS. At-Taubah: 100), maka mustahil Allah akan menghidupkan mereka kembali hanya untuk disiksa sebagaimana klaim jahat Syiah.
Keadilan Mutlak Milik Allah: Tidak ada manusia (termasuk Imam) yang memiliki hak untuk menghidupkan dan menyiksa manusia lainnya di luar ketentuan syariat dan hari pembalasan yang sah.
Kesimpulan
Konsep Raj’ah adalah salah satu bukti nyata bahwa ajaran Syiah Rafidhah penuh dengan khurafat dan dongeng yang diciptakan untuk memelihara dendam. Dengan mengklaim adanya kebangkitan sebelum kiamat untuk menyiksa para sahabat Nabi, mereka telah menodai kesucian wahyu dan merusak prinsip iman kepada hari akhir. Sebagai Muslim yang lurus, kita harus menolak segala bentuk paham yang mengajak kepada kebencian terhadap generasi terbaik umat ini. Mari kita pegang teguh Al-Qur'an dan Sunnah, dan biarkan urusan hari akhir menjadi rahasia dan keadilan Allah semata.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: