Syiahindonesia.com - Al-Qur’anul Karim adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang keasliannya dijamin langsung oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Surah Al-Hijr ayat 9. Bagi umat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, meragukan satu huruf saja dari Al-Qur’an yang ada di tangan kita saat ini (Mushaf Utsmani) adalah bentuk kekufuran yang nyata. Namun, dalam diskursus mengenai aliran Syiah Rafidhah, muncul sebuah pertanyaan krusial yang sering mengusik ketenangan umat: benarkah mereka meyakini bahwa Al-Qur’an saat ini telah mengalami pengubahan atau tidak asli lagi? Di Indonesia, para dai Syiah sering kali menggunakan Taqiyyah untuk membantah hal ini di depan publik. Akan tetapi, jika kita menyelami kitab-kitab rujukan utama (maraji') mereka, kita akan menemukan fakta yang sangat mengejutkan dan mengerikan terkait akidah mereka terhadap kitab suci umat Islam.
1. Bukti dari Kitab Rujukan Utama: Al-Kafi
Kitab Al-Kafi karya Abu Ja'far Muhammad bin Ya'qub Al-Kulaini adalah kitab hadits paling otoritatif di kalangan Syiah, kedudukannya bagi mereka menyerupai Shahih Bukhari bagi Ahlussunnah. Dalam kitab ini (Jilid 1, Hal. 239), terdapat riwayat yang secara eksplisit menyatakan:
"Tidak ada seorang pun dari manusia yang mengklaim bahwa ia telah mengumpulkan Al-Qur'an seluruhnya sebagaimana yang diturunkan kecuali ia adalah seorang pendusta. Dan tidak ada yang mengumpulkan serta menghafalnya sesuai dengan apa yang diturunkan Allah Ta'ala kecuali Ali bin Abi Thalib dan para imam setelahnya."
Riwayat ini secara langsung menuduh bahwa para sahabat Nabi yang mengumpulkan Al-Qur'an (seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman) adalah pendusta dan bahwa Al-Qur'an yang mereka kumpulkan tidaklah lengkap atau asli sesuai urutan turunnya.
2. Klaim "Mushaf Fatimah" yang Tersembunyi
Salah satu doktrin paling menyimpang dalam akidah Syiah terkait Al-Qur'an adalah keyakinan adanya "Mushaf Fatimah". Masih dalam kitab Al-Kafi, disebutkan sebuah riwayat dari Imam mereka yang menyatakan:
"Sesungguhnya kami memiliki Mushaf Fatimah... demi Allah, di dalamnya terdapat Al-Qur'an yang besarnya tiga kali lipat dari Al-Qur'an kalian ini. Demi Allah, tidak ada satu huruf pun dari Al-Qur'an kalian yang ada di dalamnya."
Keyakinan ini membangun opini di kalangan penganut Syiah bahwa Al-Qur'an yang dibaca umat Islam di seluruh dunia saat ini hanyalah "sepertiga" dari yang seharusnya, dan versi "aslinya" sedang dibawa lari oleh Imam Mahdi mereka yang bersembunyi di dalam gua (serdab). Ini adalah upaya sistematis untuk membuat umat ragu terhadap orisinalitas wahyu Allah.
3. Tuduhan Pengubahan (Tahrif) oleh Sahabat
Dalam kitab tafsir mereka yang masyhur, Tafsir Al-Qummi dan Tafsir Al-Ayasyi, banyak disebutkan klaim bahwa para sahabat sengaja menghapus ayat-ayat yang berisi keutamaan Ali bin Abi Thalib atau celaan terhadap musuh-musuh Ali. Mereka menuduh bahwa Mushaf Utsmani yang kita pegang hari ini adalah hasil sensor politik para sahabat.
Klaim ini jelas bertentangan dengan jaminan Allah SWT:
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9).
Jika penganut Syiah meyakini adanya pengurangan atau pengubahan, maka secara otomatis mereka telah mendustakan ayat di atas. Meragukan Mushaf Utsmani berarti meruntuhkan seluruh fondasi agama Islam, karena dari sanalah segala hukum dan akidah berasal.
4. Strategi Taqiyyah: Wajah Ganda Syiah di Indonesia
Di Indonesia, tokoh-tokoh Syiah biasanya akan tampil di televisi atau seminar dengan membawa Al-Qur'an yang sama dengan kita dan bersumpah bahwa mereka tidak meyakini adanya tahrif (perubahan). Namun, ini hanyalah bagian dari doktrin Taqiyyah (berpura-pura).
Ulama besar mereka, An-Nuri At-Thabrisi, menulis sebuah kitab khusus berjudul "Fashlul Khitab fi Isthbat Tahrif Kitab Rabbil Arbab" (Penjelasan Tegas dalam Menetapkan Adanya Perubahan pada Kitab Tuhan Segala Tuhan). Kitab ini berisi ribuan riwayat Syiah yang menguatkan klaim bahwa Al-Qur'an telah diubah. Ketika kitab ini memicu kemarahan umat Islam, ulama Syiah lainnya hanya mencoba meredam suasana tanpa benar-benar membuang riwayat-riwayat sesat tersebut dari kitab hadits induk mereka.
Bahaya Akidah "Al-Qur'an Tidak Asli" bagi Umat
Mengapa klaim Syiah ini sangat berbahaya?
Menghancurkan Kepastian Hukum: Jika Al-Qur'an dianggap tidak lengkap, maka umat tidak akan memiliki standar kebenaran yang pasti.
Membuka Pintu Bid'ah: Dengan klaim "Mushaf Fatimah", mereka bisa menciptakan hukum-hukum baru yang tidak ada dasarnya dalam Islam, dengan dalih "begitulah yang ada di mushaf asli".
Menanamkan Kebencian kepada Sahabat: Tuduhan pengubahan Al-Qur'an adalah cara paling ampuh bagi mereka untuk membuat pengikutnya benci kepada Abu Bakar, Umar, dan Utsman sebagai "pengkhianat wahyu".
Langkah Antisipasi bagi Umat Islam Indonesia
Agar kita tidak tertipu oleh propaganda mereka yang halus, lakukanlah hal-hal berikut:
Tanyakan Referensi Kitab: Jika ada dai yang dicurigai Syiah, tanyakan posisi mereka terhadap riwayat-riwayat di kitab Al-Kafi yang menyebut Al-Qur'an tidak lengkap. Jika mereka tidak berani mengafirkan pembuat riwayat tersebut, maka mereka sedang ber-taqiyyah.
Perkuat Hafalan dan Pemahaman: Semakin kita memahami Al-Qur'an, semakin kita akan melihat mukjizat dan kesempurnaan susunannya yang mustahil disentuh oleh tangan manusia.
Waspadai "Tafsir Batini": Hati-hati dengan tafsir yang menyebutkan bahwa "ayat ini sebenarnya bicara tentang Ali tapi dihapus namanya". Itu adalah pola standar Syiah dalam merusak makna ayat.
Kesimpulan
Berdasarkan bukti-bukti autentik dari kitab-kitab rujukan utama mereka, tidak diragukan lagi bahwa akidah Syiah secara struktural menyimpan keyakinan bahwa Al-Qur'an yang ada saat ini tidaklah asli atau tidak lengkap. Meskipun mereka menutupinya dengan Taqiyyah, sejarah dan literatur mereka berbicara dengan suara yang lebih keras. Sebagai Muslim yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, kita wajib membela kesucian Al-Qur'an dan menolak segala bentuk paham yang mencoba merongrong kewibawaan kitab suci kita. Al-Qur'an adalah harga mati, dan penjagaannya adalah janji Ilahi yang tidak mungkin diingkari.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: