Breaking News
Loading...

Ketegangan Sektarian di Homs Meningkat, Penggorokan dan Pembakaran Suami Istri Muslim Pemicunya


Syiahindonesia.com -  Sepasang suami istri muslim dari suku Bani Khaled dibunuh secara brutal di rumah mereka di pinggiran kota Homs, di kota Zaidal. Leher pria Sunni itu digorok, istrinya dibakar, dan slogan-slogan sektarian dicoret-coret di dinding dengan darah.

Dilansir AP (23/11/2025), pembunuhan brutal dan sadis yang terjadi Ahad (23/11) akhirnya memicu kembali ketegangan sektarian antara warga Muslim dengan warga Alawi.

Jenazah sepasang suami istri ini ditemukan di rumah mereka di kota Zaidal, “dengan tanda-tanda bahwa sang istri telah dibakar,” lapor kantor berita pemerintah SANA (23/11), menambahkan bahwa “slogan-slogan sektarian juga ditemukan di tempat kejadian perkara.”

“Serangan ini tampaknya bertujuan untuk memicu perpecahan sektarian dan merusak stabilitas di kawasan itu,” kata Mayor Jenderal Murhaf al-Nassan, kepala keamanan dalam negeri di Homs, dalam sebuah pernyataan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemantau perang yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa setelah pembunuhan tersebut, anggota suku Bani Khaled, tempat para korban berasal, mendatangi permukiman mayoritas Alawi di Homs dan melakukan “aksi pembakaran dan vandalisme” yang menargetkan puluhan rumah, kendaraan, dan properti pribadi, serta melepaskan tembakan tanpa pandang bulu.

Observatorium tersebut mengatakan puluhan orang terluka, tetapi tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Dewan Tertinggi Alawi di Suriah dan Diaspora mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya dua orang tewas dan 10 orang terluka, dan meminta masyarakat internasional untuk campur tangan “untuk menghentikan serangan-serangan ini dan melindungi warga sipil di permukiman Alawi di Homs.”

Pasukan keamanan berhasil menguasai kembali wilayah tersebut dan memberlakukan jam malam. Kementerian Dalam Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan mendesak warga untuk “tetap tenang dan membiarkan penyelidikan (atas pembunuhan tersebut) berlangsung tanpa gangguan.”

Homs, kota terbesar ketiga di negara itu, dihuni oleh Muslim, Syiah, Alawi, dan Kristen.

Ketegangan meletus di kota itu beberapa minggu setelah mantan Presiden Bashar Assad, seorang Alawi, digulingkan dalam serangan yang dipimpin oleh perlawanan Islam. Namun sejak itu, situasi di Homs sebagian besar tetap tenang.

Kota ini terhindar dari pecahnya kekerasan sektarian besar-besaran di pesisir Suriah pada bulan Maret. Setelah kelompok bersenjata pro-Assad menyergap anggota pasukan keamanan pemerintah baru di pesisir, bentrokan yang terjadi kemudian meningkat menjadi serangan balas dendam yang menewaskan ratusan warga sipil Alawi.

Persidangan terhadap beberapa dari ratusan tersangka yang terkait dengan kekerasan pesisir dibuka minggu lalu. (hanoum/arrahmah.id)

 



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: