Syiahindonesia.com - Di balik ajaran Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah, terdapat sejumlah doktrin yang sangat berbahaya dan bertentangan dengan akidah Islam. Doktrin-doktrin ini secara jelas tercantum dalam kitab-kitab rujukan Syiah seperti Al-Kafi, Bihar al-Anwar, Tafsir al-Qummi, Al-Ihtijaj, Rijal al-Kasyi, dan lainnya. Banyak kaum Muslimin yang belum mengetahui betapa ekstrem dan menyimpangnya isi kitab-kitab tersebut, sehingga terjebak oleh propaganda toleransi dan persatuan versi Syiah.
Artikel ini mengungkap doktrin-doktrin sesat dalam kitab-kitab utama Syiah berdasarkan nash asli mereka—sehingga umat Islam dapat memahami penyimpangan akidah Syiah secara nyata.
1. Doktrin Al-Qur’an Telah Diubah (Tahrif al-Qur’an)
Kitab terbesar Syiah, Al-Kafi karya Al-Kulaini, memuat banyak riwayat bahwa Al-Qur’an yang sekarang tidak asli.
Salah satu riwayat dalam Al-Kafi menyebut:
“Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad terdiri dari 17.000 ayat.”
Padahal Al-Qur’an yang ada sekarang 6.236 ayat.
Tuduhan tahrif ini bertentangan dengan firman Allah:
﴿ إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ ﴾
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya.”
(QS. Al-Hijr: 9)
Dengan meyakini Al-Qur’an sudah dipalsukan, Syiah otomatis mengingkari ayat tersebut.
2. Doktrin Imam Memiliki Ilmu Ghaib
Dalam Al-Kafi, disebutkan bahwa para imam mengetahui:
-
masa depan,
-
segala kejadian di bumi,
-
takdir manusia,
-
ilmu ghaib setara bahkan lebih dari para nabi.
Ini jelas menyelisihi firman Allah:
﴿ قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ﴾
“Katakanlah: tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.”
(QS. An-Naml: 65)
Syiah menjadikan imam sebagai makhluk maha mengetahui, yang merupakan bentuk syirik besar.
3. Doktrin Imam Mengatur Alam Semesta
Dalam Bihar al-Anwar karya Al-Majlisi disebutkan riwayat:
“Langit dan bumi tegak karena imam. Jika tidak ada imam, niscaya keduanya binasa.”
Ini berarti imam memegang sifat rububiyah, padahal hanya Allah yang:
-
memberi rezeki,
-
menghidupkan,
-
mematikan,
-
mengatur alam.
Ini adalah kesyirikan terhadap rububiyah Allah.
4. Doktrin Imam Lebih Tinggi dari Nabi
Dalam Al-Kafi dan Bihar al-Anwar, terdapat pernyataan bahwa:
-
para nabi belajar ilmu dari para imam,
-
imam lebih mulia dari para rasul,
-
para imam maksum seperti malaikat.
Padahal Allah berfirman:
﴿ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴾
“Dan Kami tinggikan sebutan (Nabi Muhammad) untukmu.”
(QS. Asy-Syarh: 4)
Tidak ada manusia yang lebih mulia dari Rasulullah ﷺ.
5. Doktrin Mengkafirkan Seluruh Sahabat Nabi
Kitab Syiah seperti Rijal al-Kasyi dan Bihar al-Anwar berisi hinaan ekstrem kepada sahabat Nabi:
-
Abu Bakar disebut “taghut”.
-
Umar disebut “iblis”.
-
Utsman disebut “munafik”.
-
Istri Nabi Aisyah dicela habis-habisan.
Padahal Allah memuji para sahabat:
﴿ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ﴾
“Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada-Nya.”
(QS. At-Taubah: 100)
Cacian Syiah terhadap sahabat berarti menolak ayat Al-Qur’an secara terang-terangan.
6. Doktrin Raj’ah: Orang Mati Akan Hidup Lagi Sebelum Kiamat
Dalam Tafsir al-Qummi disebutkan bahwa:
-
orang-orang Syiah akan dibangkitkan kembali sebelum kiamat,
-
imam akan membalas dendam terhadap musuh-musuh mereka,
-
sahabat akan dibangkitkan untuk disiksa oleh imam.
Ini tidak ada dalam aqidah Islam, dan merupakan mitos khurafat yang diambil dari keyakinan Yahudi.
7. Doktrin Taqiyyah sebagai Ibadah Utama
Kitab Al-Kafi mencantumkan ucapan imam Syiah:
“Taqiyyah adalah agamaku dan agama bapak-bapakku. Siapa yang tidak bertaqiyyah, bukan bagian dari kami.”
Artinya:
-
bohong,
-
berpura-pura,
-
memanipulasi keyakinan
adalah bagian dari ibadah wajib Syiah.
Padahal Nabi ﷺ melarang sifat munafik:
« آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: ... وَإِذَا كَذَبَ »
“Tanda orang munafik ada tiga… jika berkata dia berdusta.”
(HR. Bukhari & Muslim)
8. Doktrin Nikah Mut’ah Sebagai Pahala Tertinggi
Dalam Bihar al-Anwar, mut’ah (zina berbayar) dianggap:
-
lebih utama daripada shalat,
-
lebih utama daripada puasa,
-
dapat menghapus dosa besar,
-
bisa mendapatkan surga tanpa hisab.
Padahal Nabi ﷺ telah melarang mut’ah secara tegas:
« إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ الْمُتْعَةَ »
“Allah telah mengharamkan mut’ah.”
(HR. Muslim)
Mut’ah adalah zina, bukan ibadah.
9. Doktrin Mencela Allah dan Nabi Melalui Ajaran Ghuluw
Beberapa riwayat Syiah menggambarkan:
-
Allah menyesal (na’udzubillah),
-
Nabi salah dalam menyampaikan risalah,
-
Jibril keliru memberikan wahyu yang seharusnya untuk Ali.
Ini semua dicantumkan dalam kitab-kitab mereka dan merupakan penghinaan terhadap Allah dan Rasul-Nya.
10. Doktrin Meninggalkan Syariat Islam
Kitab Syiah mengajarkan bahwa imam memiliki hak:
-
menghapus hukum syariat,
-
membuat hukum baru,
-
menghalalkan dan mengharamkan sesuatu tanpa dalil.
Ini berarti imam menggantikan posisi syariat Allah.
Padahal Allah berfirman:
﴿ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ﴾
“Hukum itu hanyalah milik Allah.”
(QS. Yusuf: 40)
Kesimpulan
Doktrin-doktrin sesat dalam kitab Syiah bukan sekadar penyimpangan kecil, tetapi:
-
menyerang tauhid,
-
menghancurkan kehormatan sahabat,
-
melecehkan Nabi,
-
mengangkat imam ke derajat ketuhanan,
-
merusak syariat,
-
mengajarkan kebohongan,
-
membawa ajaran khurafat.
Inilah alasan mengapa seluruh ulama Ahlus Sunnah memfatwakan bahwa Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah adalah ajaran sesat yang tidak boleh diikuti.
Mengetahui doktrin mereka adalah benteng terbaik untuk melindungi aqidah umat Islam.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: