Syiahindonesia.com - Salah satu kewajiban terbesar umat Islam Sunni adalah menjaga kemurnian akidah dari berbagai bentuk penyimpangan. Di antara penyimpangan terbesar dalam sejarah Islam adalah ajaran Syiah, yang sejak awal kemunculannya membawa keyakinan, ritual, dan prinsip akidah yang bertentangan dengan ajaran Rasulullah ﷺ sebagaimana diajarkan para sahabat. Artikel ini memaparkan bukti-bukti ilmiah, historis, dan tekstual mengenai penyimpangan Syiah dari Islam yang murni.
1. Keyakinan Imamah sebagai Rukun Agama yang Tidak Pernah Diajarkan Nabi
Syiah menjadikan imamah—yakni keyakinan bahwa para imam mereka ditentukan Allah, maksum, dan memiliki otoritas mutlak—sebagai rukun agama yang lebih tinggi dari kenabian.
Padahal Rasulullah ﷺ sudah menyampaikan agama ini secara sempurna tanpa pernah menyebut satu pun rukun agama bernama “imamah”.
Allah berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian.”
(QS. Al-Maidah: 3)
Tidak ada satu pun ayat atau hadits sahih yang menempatkan imamah sebagai rukun agama. Ini bukti bahwa konsep imamah versi Syiah adalah penambahan dalam agama.
2. Mengkafirkan Mayoritas Sahabat Nabi ﷺ
Syiah Rafidhah berkeyakinan bahwa sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Hafshah, Mu’awiyah, dan lainnya adalah pengkhianat.
Ini penyimpangan paling fatal karena:
-
Para sahabat adalah pembawa Al-Qur’an.
-
Mereka adalah perawi Sunnah.
-
Merekalah generasi yang dijamin oleh Rasulullah ﷺ sebagai sebaik-baiknya umat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jika sahabat dikafirkan atau dituduh mengkhianat, maka runtuhlah seluruh fondasi agama. Ini adalah bentuk penghancuran Islam dari dalam.
3. Menghalalkan Taqiyyah (Dusta yang Dianggap Ibadah)
Taqiyyah adalah pilar penting dalam Syiah. Mereka menghalalkan berdusta atas nama agama, terutama untuk menjaga diri dan menyebarkan ajaran.
Padahal Allah memerintahkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.”
(QS. At-Taubah: 119)
Taqiyyah dalam praktik Syiah bukan sekadar sikap darurat, tetapi strategi dakwah. Ini bertentangan secara total dengan akhlak Islam.
4. Menghalalkan Nikah Mut’ah Tanpa Batas
Dalam Islam, mut’ah telah diharamkan secara permanen oleh Nabi ﷺ pada perang Khaibar dan pada Fathu Makkah.
Namun Syiah tetap menghalalkannya, bahkan memuji mut’ah sebagai ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنِّي قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِي الاسْتِمْتَاعِ، وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَهُ
“Sesungguhnya aku dulu mengizinkan kalian melakukan mut’ah, namun Allah telah mengharamkannya.”
(HR. Muslim)
Ini bukti nyata penyimpangan moral dan syar’i yang masih dipertahankan Syiah hingga hari ini.
5. Meyakini Al-Qur'an Telah Diubah
Banyak ulama Syiah klasik seperti Al-Kulaini (penulis Al-Kafi) menyebutkan riwayat bahwa Al-Qur’an telah dikurangi ayat-ayatnya.
Ini jelas bertentangan dengan firman Allah:
إِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.”
(QS. Al-Hijr: 9)
Walaupun sebagian Syiah modern menyangkal, keberadaan riwayat-riwayat tahrif tetap menjadi bukti kuat penyimpangan akidah mereka.
6. Ritual Syiah Tidak Ada pada Zaman Nabi dan Sahabat
Syiah memiliki ritual-ritual yang tidak pernah dilakukan Nabi ﷺ dan para sahabat, seperti:
-
Meratap dan melukai diri pada hari Asyura.
-
Memukul dada dan punggung dengan rantai.
-
Mengarak replika jenazah Husain.
-
Menjadikan kuburan sebagai tempat sujud dan doa.
-
Tawassul ekstrem kepada imam.
Islam menegaskan:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka ambillah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)
Tidak satu pun dari ritual Syiah berasal dari Rasulullah ﷺ.
7. Mengangkat Para Imam Seperti Tuhan Kecil
Dalam keyakinan Syiah, para imam memiliki sifat-sifat yang hanya layak dimiliki Allah, seperti:
-
Mengetahui perkara ghaib,
-
Tidak pernah berdosa (maksum),
-
Doa mereka pasti dikabulkan,
-
Mengatur urusan alam.
Padahal Allah berfirman:
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan bumi yang mengetahui perkara ghaib selain Allah.”
(QS. An-Naml: 65)
Imam yang diagungkan berlebihan sangat bertentangan dengan tauhid.
8. Konsep Mahdi Ghaib yang Tidak Masuk Akal
Syiah percaya bahwa imam ke-12, Muhammad al-Mahdi, telah:
-
hidup sejak 1200 tahun lalu,
-
bersembunyi di “gua” ghaib,
-
akan muncul kembali sebagai penyelamat.
Keyakinan ini tidak pernah diajarkan Nabi ﷺ dalam hadits-hadits shahih, dan tidak diimani para sahabat.
Ini bukti lain bahwa Syiah menambahkan unsur mitologis ke dalam agama.
9. Memecah Belah Umat Islam
Dalam sejarah, ekspansi Syiah selalu menimbulkan:
-
fitnah antarumat,
-
perang saudara,
-
kudeta politik,
-
permusuhan terhadap mayoritas Sunni.
Contohnya terjadi di Irak, Suriah, Yaman, hingga Lebanon.
Ini menunjukkan ideologi Syiah tidak membawa kedamaian, tetapi perpecahan.
Kesimpulan: Syiah Adalah Penyimpangan Serius dari Islam yang Murni
Dari konsep akidah, ritual, sejarah, hingga perilaku politik, Syiah telah menunjukkan penyimpangan besar dari Islam:
-
Menambah rukun agama baru (imamah).
-
Mengkafirkan sahabat dan istri Nabi.
-
Menghalalkan mut’ah dan taqiyyah.
-
Menyebarkan teori tahrif Al-Qur’an.
-
Mengangkat imam setara Tuhan.
-
Melakukan ritual bid’ah ekstrem.
-
Meyakini mitos Mahdi ghaib.
-
Menyebabkan perpecahan umat Islam di berbagai negara.
Umat Sunni wajib waspada, mempelajari akidah yang benar, dan menjaga generasi dari ideologi yang menyimpangkan hati dari Islam yang murni.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: