Breaking News
Loading...

Bagaimana Syiah Menyesatkan Umat Islam dengan Doktrin-Doktrin Palsu?

 


Syiahindonesia.com –
Salah satu tantangan terbesar bagi umat Islam saat ini adalah hadirnya doktrin-doktrin palsu yang disebarkan oleh kelompok Syiah untuk mempengaruhi pemikiran, keyakinan, dan praktik ibadah kaum Muslimin. Doktrin-doktrin tersebut tidak hanya menyimpang dari Al-Qur’an dan sunnah Nabi ﷺ, tetapi juga bertentangan dengan prinsip akidah Islam yang murni. Penyebaran pemahaman sesat ini sering dilakukan secara sistematis melalui pendidikan, media, dan lembaga keagamaan yang mereka kendalikan, sehingga generasi muda rentan terjerumus ke dalam ajaran yang menyesatkan. Fenomena ini menjadi semakin berbahaya ketika umat Islam tidak memiliki pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an, sunnah, dan metodologi Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam menilai setiap ajaran keagamaan.


Doktrin Taqiyyah yang Disalahgunakan

Salah satu doktrin paling terkenal dari Syiah adalah taqiyyah, yaitu tindakan menyembunyikan keyakinan untuk menjaga diri dari bahaya. Dalam konteks yang sah, taqiyyah memang diperbolehkan dalam keadaan terpaksa atau ancaman nyata. Namun, Syiah menyebarkan taqiyyah secara manipulatif, sehingga dijadikan alat untuk menipu, menyebarkan kebohongan, dan merusak umat Islam dari dalam. Mereka menjustifikasi perilaku berdusta atau menyesatkan orang lain dengan dalih agama, padahal Allah ﷻ berfirman:

﴿وَلَا تَقُولُوا لِلَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَلْهَامٌ حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ﴾
“Dan janganlah kalian mengatakan terhadap sesuatu yang kalian dustakan atas nama Allah: ‘Ini halal dan ini haram’, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.”
(QS. An-Nahl: 116)

Dengan cara ini, doktrin palsu merusak landasan kejujuran dan tauhid umat Islam.


Konsep Imamah yang Mengubah Akidah

Syiah mengajarkan bahwa imam mereka maksum (terjaga dari kesalahan) dan memiliki otoritas mutlak dalam hukum agama. Doktrin ini menempatkan perkataan imam di atas sunnah Nabi ﷺ dan bahkan di atas Al-Qur’an dalam beberapa interpretasi mereka. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

«تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي»
“Aku tinggalkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat: Kitab Allah dan sunnahku.”
(HR. Malik)

Doktrin imamah Syiah jelas menggantikan kedudukan sunnah, sehingga umat yang mengikuti doktrin ini terancam terjerumus ke dalam kesesatan.


Pemalsuan Hadis untuk Memperkuat Doktrin

Syiah menggunakan hadis-hadis lemah atau palsu untuk mendukung doktrin mereka, termasuk klaim bahwa para sahabat mayoritas zalim dan pengkhianat. Dalam praktiknya, mereka memilih riwayat yang mendukung agenda politik dan ideologi Syiah, sambil menolak ribuan hadis sahih yang diriwayatkan oleh sahabat. Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي»
“Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Larangan ini bersifat mutlak, sehingga setiap doktrin yang menjelekkan sahabat jelas bertentangan dengan sunnah.


Pemalsuan Sejarah untuk Kepentingan Ideologi

Selain doktrin ibadah dan akidah, Syiah memalsukan sejarah Islam untuk menguatkan klaim mereka, seperti Perang Jamal, Perang Shiffin, dan konflik awal kekhalifahan. Fakta sejarah diubah sehingga para sahabat yang sahih dianggap jahat, dan imamah Syiah dijadikan satu-satunya solusi kebenaran. Strategi ini menyesatkan umat karena mengubah pandangan moral dan akidah berdasarkan narasi yang salah.

Allah ﷻ menegaskan pentingnya menegakkan kebenaran dalam sejarah:

﴿وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا﴾
“Dan berpeganglah kalian semua kepada tali Allah, dan janganlah bercerai-berai.”
(QS. Ali Imran: 103)

Memutarbalikkan sejarah menyebabkan umat Islam tercerai-berai dan mudah terjebak dalam ajaran palsu.


Penyimpangan dalam Ibadah

Doktrin palsu Syiah juga terlihat dalam praktik ibadah. Beberapa contoh penyimpangan termasuk:

  1. Shalat dengan cara yang berbeda dari sunnah Nabi ﷺ, misalnya menggabungkan rakaat secara tidak sah.

  2. Ritual Asyura yang berlebihan, termasuk mencederai diri secara ekstrem, yang tidak pernah diajarkan Rasulullah ﷺ.

  3. Permohonan dan doa kepada imam atau orang mati, melampaui batas tauhid dan syariat.

Rasulullah ﷺ menegaskan:

«صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي»
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”
(HR. Bukhari)

Doktrin dan praktik Syiah yang menyimpang jelas bertentangan dengan ajaran ini.


Dampak Penyebaran Doktrin Palsu

Di Indonesia, doktrin palsu Syiah sering disebarkan melalui pendidikan, buku, media sosial, dan komunitas yang mereka kontrol. Generasi muda yang kurang memahami Al-Qur’an dan sunnah rentan terpengaruh. Akibatnya, pemahaman agama menjadi kabur, aqidah terganggu, dan ukhuwah Islamiyah mudah terpecah. Hal ini membahayakan kesatuan umat dan mengurangi keimanan kepada Al-Qur’an dan sunnah.


Kesimpulan

Syiah menyesatkan umat Islam dengan doktrin-doktrin palsu melalui strategi manipulatif, termasuk penyalahgunaan taqiyyah, doktrin imamah, pemalsuan hadis, distorsi sejarah, dan praktik ibadah yang menyimpang. Semua ini bertujuan untuk menggantikan sunnah Nabi ﷺ dan menurunkan kepercayaan umat terhadap sahabat. Umat Islam Indonesia perlu memahami Al-Qur’an dan sunnah secara sahih, meneliti setiap ajaran yang masuk, dan tetap berpegang pada metodologi Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar terhindar dari penyimpangan yang mengatasnamakan agama namun jauh dari kebenaran Rasulullah ﷺ.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: