Breaking News
Loading...

Bagaimana Syiah Menggunakan Fitnah untuk Menyerang Sunni?

 


Syiahindonesia.com -
Fitnah adalah salah satu senjata paling berbahaya dalam propaganda. Sejak awal kemunculannya, kelompok Syiah Rafidhah telah menjadikan fitnah sebagai metode utama untuk menyerang Ahlus Sunnah wal Jama’ah, melemahkan otoritas para sahabat, serta membentuk opini publik yang keliru tentang sejarah Islam. Fitnah inilah yang kemudian terus diwariskan, diperluas, dan disebarkan melalui buku, majelis, media sosial, hingga jaringan politik modern.

Artikel ini membahas secara rinci bagaimana Syiah menggunakan fitnah sebagai alat penyerangan terhadap umat Sunni, disertai bukti sejarah, dalil, serta penjelasan para ulama.


1. Fitnah Terbesar: Menuduh Sahabat Mengkhianati Nabi ﷺ

Akar permusuhan Syiah kepada Sunni dimulai dari fitnah paling berbahaya: menuduh para sahabat sebagai pengkhianat, perampas kekhalifahan, dan murtad setelah wafatnya Nabi.

Padahal Allah memuji sahabat dalam banyak ayat, salah satunya:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
“Orang-orang Muhajirin dan Anshar… Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.”
(QS. At-Taubah: 100)

Namun literatur Syiah penuh dengan tuduhan keji kepada:

  • Abu Bakar,

  • Umar bin Khattab,

  • Utsman,

  • Aisyah radhiyallahu ‘anhum.

Dengan memfitnah sahabat, Syiah berharap umat menjadi ragu terhadap Sunnah, padahal Sunnah diriwayatkan oleh mereka. Jika sahabat dijatuhkan, Islam Sunni runtuh, dan doktrin Syiah bisa mengambil alih posisi sebagai “agama alternatif”.


2. Fitnah Terhadap Ulama Sunni dari Masa ke Masa

Syiah memiliki pola yang jelas sejak dahulu:
menyerang setiap ulama Sunni yang memperjuangkan tauhid dan Sunnah.

Di masa klasik:

  • Imam Bukhari difitnah membenci Ahlul Bait.

  • Imam Malik dituduh memihak Bani Umayyah.

  • Imam Ahmad dilecehkan sebagai antek penguasa.

Di era modern:

Syiah menyerang:

  • Ibn Baz,

  • Albani,

  • Ibn Utsaimin,

  • Syaikh Muqbil,

  • ulama hadits Yaman,

  • para dai yang membantah Syiah.

Ini dilakukan agar umat menjauhi ulama Sunni, dan berpindah kepada ulama serta marja’ Syiah.

Fitnah adalah senjata karakter assassination mereka.


3. Fitnah Sejarah: Mengubah Fakta Perang Jamal dan Shiffin

Syiah mempropagandakan bahwa:

  • Aisyah ingin menggulingkan Ali,

  • Muawiyah pemberontak zhalim,

  • semua konflik sejarah adalah upaya menyingkirkan Ahlul Bait.

Padahal realitasnya:

  • Perang Jamal terjadi karena fitnah pembunuhan Utsman, bukan benci kepada Ali.

  • Para sahabat berijtihad dan tetap saling menghormati.

  • Tidak satu pun sahabat menuduh sahabat lain kafir seperti yang dilakukan Syiah.

Syiah menyelewengkan sejarah agar generasi Sunni membenci tokoh-tokoh utama mereka sendiri.


4. Fitnah Melalui Doktrin “Taqiyyah”

Syiah memiliki prinsip taqiyyah, yaitu menyembunyikan atau mengaburkan ajaran sebenarnya demi mencapai tujuan propaganda. Doktrin ini membuat fitnah lebih mudah disebarkan karena:

  • pemimpin Syiah bisa mengatakan sesuatu di depan publik, lalu sebaliknya di kitab mereka,

  • pengikut Syiah bisa berpura-pura sebagai Sunni,

  • mereka dapat menuduh Sunni tanpa takut ketahuan bohong.

Padahal Nabi ﷺ bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ
“Jauhilah dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan.”
(HR. Bukhari)

Namun dalam mazhab Syiah, dusta dianggap berpahala bila membantu penyebaran ajaran mereka.


5. Fitnah Politik: Menuduh Sunni Bersekutu dengan Barat dan Israel

Di media Syiah, umat Sunni sering difitnah:

  • dianggap antek Amerika,

  • dituduh kaki tangan Israel,

  • disebut pengkhianat umat.

Ini dilakukan supaya:

  • Syiah tampil sebagai “pahlawan Palestina”,

  • Iran terlihat sebagai pemimpin dunia Islam,

  • Sunni dicitrakan sebagai musuh umat.

Padahal negara dan kelompok Syiah sendiri pernah:

  • bekerja sama dengan Amerika di Irak,

  • bekerja sama dengan Rusia untuk membantai Sunni di Suriah,

  • berdamai dengan rezim-rezim non-Muslim demi kepentingan politik.

Fakta ini disembunyikan melalui propaganda fitnah.


6. Fitnah di Media Sosial: Mesin Propaganda Modern

Era internet memperkuat kemampuan Syiah menyebarkan fitnah:

A. Akun-akun palsu beridentitas Sunni

Mereka membuat akun dengan nama:

  • Abu Hafs,

  • Al-Faruq,

  • Ashabul Kahfi,
    lalu menyebarkan:

  • kebencian terhadap Aisyah,

  • caci maki sahabat,

  • pelecehan ulama.

Ketika akun itu viral, publik akan menyangka “itu dari Sunni”, padahal itu operasi propaganda Syiah.


B. Memotong video ulama Sunni

Video dipotong agar:

  • terlihat seolah ulama mendukung Iran,

  • terkesan membela Syiah,

  • atau tampak menyerang Sunni.

Ini strategi fitnah visual.


C. Memviralkan hoax anti-Sunni

Contoh fitnah yang sering disebar:

  • “Wahabi diciptakan Inggris,”

  • “Sunni membenci Ahlul Bait,”

  • “Mazhab Sunni tidak peduli Palestina,”

  • “Sunni mengikuti para penguasa zhalim.”

Padahal semua tuduhan ini palsu.


7. Fitnah Agama: Menuduh Sunni Membenci Ahlul Bait

Fitnah ini digunakan untuk menarik simpati:

“Sunni memusuhi keluarga Nabi.”
“Sunni tidak mencintai Husain.”
“Sunni mengikuti musuh-musuh Ali.”

Padahal Sunni membaca shalawat setiap hari:

اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

Sementara Syiah sendiri justru:

  • menghina istri Nabi,

  • menolak sunnah sahabat,

  • menyimpangkan makna Al-Qur’an,

  • mengangkat imam lebih tinggi dari Nabi.

Fitnah ini hanyalah taktik mereka mengumpulkan dukungan.


KESIMPULAN

Syiah menggunakan fitnah sebagai strategi inti untuk menyerang Sunni, di antaranya:

  • memfitnah sahabat agar Sunni kehilangan fondasi agama,

  • memfitnah ulama Sunni agar umat kehilangan panutan,

  • memutarbalikkan sejarah agar generasi baru membenci tokoh-tokoh Islam,

  • menyebarkan dusta politik untuk membalik opini publik,

  • memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan hoax anti-Sunni,

  • menuduh Sunni membenci Ahlul Bait padahal itu kebalikan dari fakta.

Fitnah Syiah adalah upaya sistematis untuk merusak aqidah, sejarah, dan persatuan umat Islam.
Karena itu, umat Sunni harus waspada, memahami kenyataan, dan tidak mudah terpengaruh oleh propaganda mereka.


(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: