Breaking News
Loading...

 AS Berencana Cabut Embargo Iran, Industri Migas RI Gelisah


Jakarta - Amerika Serikat (AS) disebut berencana untuk mencabut embargo terhadap perekonomian Iran. Jika itu benar terjadi, dunia berpotensi dibanjiri oleh suplai minyak dari Iran. Kondisi tersebut patut diwaspadai karena dapat berdampak ke industri minyak dan gas (migas) di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto saat membuka rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.
"Perlu diwaspadai juga dalam sektor geopolitik di Timur Tengah, sebagaimana kita ketahui Timur Tengah menjadi jantung minyak dan gas. Atas rencana pencabutan embargo ekonomi Iran yang akan berdampak pada melimpahnya suplai minyak mentah sehingga bisa mengganggu stabilitas pergerakan harga," katanya dalam RDP, Kamis (27/5/2021).
Menurut Sugeng potensi pergerakan harga tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja industri migas nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Merespons hal itu, Kepala SKK Migas mengatakan pihaknya akan melakukan analisa atas rencana dicabutnya embargo terhadap Iran. Sementara ini, dia belum bisa menyampaikan pandangan lebih jauh.
"Tadi bapak pimpinan menyebutkan mengenai potensi dari Iran setelah dicabutnya embargo, tentu ini belum masuk di sini, sehingga kita masih melakukan analisa kira-kira akan menjadi seperti apa ke depan," tambahnya.
Rapat hari ini fokus membahas beberapa poin mengenai sektor migas RI, yakni sebagai berikut:
1. Performa penerimaan negara sektor hulu migas pada Tahun 2021 dan target Tahun 2022
2. Progres lifting migas Tahun 2021 dan target lifting migas Tahun 2022
3. Progres cost recovegy Tahun 2021 dan target Tahun 2022
4. Proyeksi Indonesia Crude Price (ICP) Tahun 2022
5. Penjelasan mengenai semua peralihan Blok-blok migas yang telah selesai kontrak
6. Lain-lain

Sumber detik dot com



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: