Breaking News
Loading...

Tokoh Syiah Irak Muqtada Al-Sadr Bubarkan Gerakan ‘Topi Biru’
Syiahindonesia.com - Erbil-Tokoh Syiah Irak, Muqtada Al-Sadr, hari Selasa (11/2) mengumumkan pembubaran milisi topi biru. Ia juga menyerukan partai politik agar mendirikan pemerintahan yang mandiri.

Topi Biru adalah sebuah milisi pendukung Moqtada Al-Sadr yang dituduh melakukan serangan mematikan terhadap pengunjuk rasa antipemerintah beberapa hari terakhir.

“Saya mengumumkan pembubaran Topi Biru,” kata Al-Sadr dalam ciutannya di Twitter. Ini dia sampaikan beberapa hari setelah milisi bersenjata itu mencapai kesepakatan dengan para pengunjuk rasa untuk menarik diri dari pusat aksi.

Sadr menyatakan, partai politik harus menghentikan tekanan partisan dan sektarian pada pembentukan pemerintah Irak berikutnya atau risiko kehilangan dukungannya. Protes antipemerintah massa dimulai pada bulan Oktober dan memaksa Perdana Menteri Irak, Adil Abdul-Mahdi, mengundurkan diri.

Mantan menteri komunikasi, Muhammed Tawfiq Allawi, dipilih Presiden Barham Salih menggantikan Abdul Mahdi pada tanggal 1 Februari untuk membentuk kabinet baru setelah berbulan-bulan perselisihan di antara faksi parlemen.

Namun pengunjuk rasa menolak Tawfiq Allawi. Massa menuding Allawi representasi elite politik yang sama, yang diharapkan pemrotes untuk turun.

Selama 10 hari terakhir, pendukung Topi Biru telah menyerang markas pengunjuk rasa di Baghdad dan selatan kota Syiah. Sedikitnya 11 demonstran tewas.

Topi Biru dikenal karena pelindung kepala mereka yang khas. Kelompok ini telah berpartisipasi dalam protes antipemerintah nasional Irak untuk melindungi gerakan bersenjata propemerintah, kutip Kurdistan24.

Di awal gerakan, pendukung Al-Sadr ini dipandang sebagai demonstran paling terorganisir dan memiliki persediaan lengkap tetapi ciutan terbaru tokoh Syiah itu telah membuat marah para aktivis.

Setelah mendukung Allawi, Al-Sadr memerintahkan Topi Biru untuk membantu pasukan keamanan membuka kembali sekolah-sekolah, jalan-jalan, dan kantor-kantor publik yang ditutup selama berbulan-bulan oleh pemrotes antipemerintah.

Muqtada al-Sadr juga pendiri kelompok milisi bersenjata Saraya al-Salam, yang sebelumnya dikenal sebagai Tentara al-Mahdi,  faksi bersenjata Syiah di bawah payung Hashd al-Shaabi yang didukung Iran. Kelompok ini baru-baru ini terlibat pembakaran Kantor Kedutaan Besar AS di Irak.

Demonstran antipemerintah Irak telah berada di jalanan selama lebih dari empat bulan, untuk mengutuk korupsi pemerintah yang merajalela, pelayanan yang buruk, dan pengangguran telah menolak pencalonan Allawi. Pengunjuk rasa juga menuntut perubahan rezim serta ketidakinginan negaranya tunduk pada tekanan Iran.

Namun pasukan keamanan dan kelompok bersenjata tak dikenal justru merespons dengan kekerasan mematikan pada pemrotes, termasuk tembakan senjata dan gas air mata. Menurut Human Rights Watch (HRW) lebih dari 600 pemrotes dan anggota pasukan keamanan telah terbunuh dan setidaknya 18.000 orang terluka sejak aksi dimulai pada bulan Oktober. (AS)

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: